Vatikan menanggapi pengumuman kelompok tradisional Serikat Santo Pius X atau SSPX pada 2 Februari lalu untuk menahbiskan uskup tanpa mandat dari Paus pada 1 Juli 2026.
Dikasteri Doktrin Iman menegaskan bahwa menahbisan seorang uskup tanpa mandat Paus adalah bentuk pemutusan tegas dari persekutuan dengan Gereja. Vatikan menjelaskan bahwa tahbisan itu bersifat tidak licit atau cacat hukum, dan dapat memutuskan upaya dialog.
Perfek Dikasteri Doktin Iman Kardinal Víctor Manuel Fernández bertemau superior SSPX pastor Davide Pagliarani pada 12 Februari 2026. Dikasteri mengatakan telah disepakati ‘preses teologis’ yang harus diikuti agar tidak terjadi skisma dalam Gereja Universal.
Pagliarani menjelaskan bahwa rencana tahbisan mereka perlu diuji oleh sebuah dewan, dan harus mengikuti prosedur kanonik Katolik. Pihak SSPX berjanji menindaklanjuti arahan itu dalam beberapa hari ke depan. Vatikan mengingatkan resiko serius dari tahbisan tanpa restu Paus.
Bagi SSPX sebagai kelompok tradisionalis, ajaran Konsili Vatikan II terkesan longgar, misalnya tentang kebebasan manusia (Dignitatis Humanae) dan relasi Gereja dengan agama lain (Nostra Aetate).
Salah satu kekhasan mereka ialah merasyakan Ekaristi bahasa Latin. Pihak Takhta Suci membuka dialog agar mereka kembali ke Takhta Suci dan status kanoniknya diakui.
Tahun 1988 Uskup Agung Marcel Lefebvre pendiri SSPX – didirikan 1970 – dan Antonio de Castro Mayer menahbiskan empat uksup setelah negosiasi dengan Paus Yohanes Paulus II gagal.
Keputusan itu dengan sendirinya menyebabkan ekskomunikasi, sesuai Hukum Kanonik Gereja Katolik. Lefebvre sendiri sampai akhir hayat tahun 1991 tidak berdamai dengan Vatikan.
Ekskomunikasi 1988 dicabut Paus Benediktus XVI pada tahun 2009. Benediktus mengupayakan rekonsiliasi dengan uskup SPPX yang masih hidup. Namun dalam kenyataan SPPX enggan menjalin kesatuan doktrinal dan kanonik secara penuh dengan Tahkta Suci.
Paus Fransiskus mengizinkan para imam SSPX untuk melayani sakramen rekonsiliasi, namun membatasi Misa tradisional bahasa Latin secara eksklusif.
Rencana tahbisan usukup pada 1 Juli itu bertepatan dengan ulang tahun keluarnya dekrit ekskomunikasi terhadap uskup Lefebrve yang ditandatangani Paus Paulu II. Semoga segera terwujud rekonsiliasi penuh dari SSPX dengan persekutuan Gereja Universal.


