Apakah Yesus memiliki saudara dan saudari kandung? Pertanyaan ini sering diajukan karena empat Injil berbicara jelas tentang saudara dan saudari Yesus. Apakah Maria dan Yusuf memiliki anak selain Yesus? Bagaimana dengan keyakinan Gereja akan keperawanan Maria?
Markus. Salah satu teks yang paling jelas ialah dalam Injil Markus. Mrk 3:31-32 (bdk Mat 12: 47): Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau.
Contoh lain, ketika Yesus tampil di kampungnya, Nazaret. Orang banyak mengaku mengenal saudari dan saudara-Nya. Mrk. 6:3 Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?
Yohanes. Penginjil Yohanes mengisahkan dengan jelas, bahwa setelah perkawinan di Kana, selama beberapa hari Yesus tinggal bersama ibu dan saudara-saudara-Nya di Kapernaum. Yoh 2:12: Sesudah itu Yesus pergi ke Kapernaum, bersama-sama dengan ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya dan murid-murid-Nya, dan mereka tinggal di situ hanya beberapa hari saja.
Injil Yohanes juga mengisahkan bahwa saudara-saudara Yesus mendesak Dia agar pergi ke Yudea, tampil dengan terus-terang karena di sana ada murid-murid-Nya. Yoh 7: 3-6: Maka kata saudara-saudara Yesus kepada-Nya: ‘…Jikalau Engkau berbuat hal-hal yang demikian, tampakkanlah diri-Mu kepada dunia. Sebab saudara-saudara-Nya sendiri pun tidak percaya kepada-Nya. Maka jawab Yesus kepada mereka: Waktu-Ku belum tiba, tetapi bagi kamu selalu ada waktu’.
Surat Paulus. Pernyataan serupa ditemukan juga dalam Surat Paulus. 1Kor 9:5 Tidakkah kami mempunyai hak untuk membawa seorang istri Kristen, dalam perjalanan kami, seperti yang dilakukan rasul-rasul lain dan saudara-saudara Tuhan dan Kefas?. Ayat ini mengindikasikan bahwa Yesus memiliki saudara. Awal surat kepada jemaat di Galatia (1:2) memberi kesan yang sama.
Pertanyaan: Apakah Maria dan Yosep memiliki anak-anak lain selain Yesus? Apakah ibu Yesus telah juga melahirkan saudara-saudara Yesus? Bukankah kita mengimani bahwa ia perawan? Sejak semula, Gereja mempertahankan keyakinan bahwa Maria dikandung tanpa dosa (Immaculata), pantas menjadi Bunda Allah (Thoetokos), yang naik ke surga dengan jiwa dan raga (Assumpta).
Tiga model Interpretasi: Terhadap pertanyaan tersebut, muncul tiga model pandangan (bdk Gagliardi 2017, 472-4) : Pertama, dari Tertulianus: Ia meyakini bahwa Yesus memiliki saudara dan saudari biologis, jadi dari darah yang sama. Argumen ini populer di kalangan para peneliti historis-kritis, terutama dari kelompok Gereja Reformasi yang menolak Dogma keperawanan Maria.
Argumen kedua, datang dari Origenes, Eusebius, Gregorius Nyssa. Bagi mereka, Yesus memiliki saudara tetapi bukan dari ibu yang sama (Maria). Kelompok ini menerima dugaan bahwa saudara-saudara Yesus adalah hasil perkawinan pertama Yusuf, namun istrinya telah meninggal sebelum ia bertunangan dengan Maria. Argumen ini diterima oleh sebagian kelompok Gereja Timur, namun tak diakui Gereja Roma yang menolak hipotesis adanya perkawinan pertama St. Yusuf.
Variasi Makna Istilah. Pandangan kedua ini memberi gambaran bahwa keluarga antik berbeda dengan konsep keluarga modern seperti kita miliki sekarang (terdiri dari ayah, ibu dan anak kandung), tetapi sebuah famili, yaitu anak-anak dari pasangan berbeda, atau anak adopsi, yang hidup bersama dalam komunitas, makan bersama semeja. Dalam konteks ini, sebutan ‘saudara’ untuk hubungan sepupu, saudara angkat, atau ikatan kekerabatan lain adalah hal yang biasa.
Sebutan ‘saudara’ dan ‘saudari’ ada dalam setiap bahasa, bukan hanya Ibrani dan Yunani. Dan istilah itu memiliki semantik yang sangat luas. Kata ‘saudara’ dalam bahasa Ibrani ‘ach memiliki beberapa arti: saudara kandung, satu garis keturunan, satu agama, satu suku bangsa, satu komunitas. Demikian juga dalam bahasa Yunani adelfoi memiliki variasi terjemahan.
Jelas bahwa sebutan saudara tidak hanya bermakna biologis, tapi juga metaforis. Dalam budaya modern pun kita menggunakan istilah itu dengan arti yang beragam. Topik ini merupakan contoh bahwa suatu kata dalam Alkitab bisa memiliki variasi makna, tidak bisa diartikan secara sempit.
Pandangan Katolik Roma. Argumen ketiga, dari Santo Hironimus, orang yang menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Latin. Seperti argumen kedua di atas, Ia juga menyoal arti istilah: Dalam bahasa asli yang digunakan Yesus maupun para Rasul, yaitu bahasa Aram, tidak ada pembedaan yang jelas antara sebutan ‘saudara kandung’ dan ‘sepupu’. Istilah ‘saudara’ dapat berarti ‘sepupu’ perempuan maupun laki-laki, saudara angkat, atau relasi lain yang lebih luas dan universal.
Tujuan utama pandangan ini ialah mempertahankan keyakinan akan keperawanan Maria, yaitu bahwa Ia sejak semula, secara istimewa dipilih Allah menjadi ibu Tuhan Yesus. Dan ditegaskan pula bahwa meskipun Injil menyebut saudara-saudara Yesus, tak ada teks Injil yang dengan jelas mengatakan bahwa mereka itu lahir dari kandungan Maria sebagaimana Yesus, atau sebagai anak-anak Santo Yusuf.
Demikian juga tidak dikatakan bahwa Yusuf pernah menikah dan memiliki anak sebelum bertunangan dengan Maria. Perlu ditambahkan juga, sekiranya Yesus memiliki saudara, Ia seharunya tidak menyerahkan ibu-Nya kepada seorang murid Yesus, melainkan kepada saudara-Nya (Gagliardi 2017, 472).
Gereja Katolik Roma meyakini bahwa Yesus tidak memiliki saudara kandung yang lahir dari Bunda Maria dan Santo Yusuf. Maria mengandung dan melahirkan Yesus dari kuasa Roh Kudus, maka ia tetap perawan, dan tak lagi melahirkan anak. Gereja Roma pun tak menerima hipotesis bahwa Yusuf pernah menikah dan memiliki anak-anak yang menjadi saudara Yesus. Jadi sebutan ‘saudara dan saudari Yesus’ dalam Injil bermakna spiritual.
Ketika orang banyak berkata kepada Yesus, “Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau”, Ia sendiri menegaskan makna persaudaraan yang lebih mendalam terkait dengan diri-Nya: “Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku”? Dan sambil melihat orang banyak yang duduk di sekeliling-Nya, Ia berkata: “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku” (Mrk 3: 34-35).
Melakukan Kehendak Allah:
Melaksanakan semua perintah Allah yang baik, benar dan sempurna.
Terima kasih Pater
Barang siapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara Ku laki laki, dialah saudara Ku perempuan, dialah Ibu Ku.. Terima kasih pater.. Salam dan doa, semoga pater sehat selalu.
Terimakasih Bapa Pater…
Jika benar ada maka saudara/i Yesus pasti hadir saat penyaliban dan disaat kematianNya
Berbahagialah org yg percaya tp tdk melihat.
Bacalah Injil dgn iman.
Terima kasih Pater