Christus Medium
  • Humaniora
  • Teologi
  • Dialog Teologi dan Sains
  • Filsafat
  • Buku
  • Tentang Saya
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
Christus Medium
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
Home Berita

Senyum Uskup Paskalis

23 Januari 2026
inBerita
1
Senyum Uskup Paskalis
Share on FacebookShare on Whats AppShare on Twitter

Bersama beberapa saudara OFM, kami hadir di keuskupan Bogor, ketika bapa Uskup Paskalis Bruno Syukur OFM menyatakan pengunduran dirinya. Sekitar dua jam sebelumnya, kami telah berada bersama beliau, ngobrol santai. Ia tak menyendiri. Ia berbagi kisah.

Hatiku senang melihat ekspresi wajah uskup Paskalis di sore hari itu, 19 Januari 2026. Hari ini pasti ia ingat dalam hidupnya, boleh dikatakan hari ketika ia berada di titik paling rendah dalam riwayat pelayanannya. Namun wajahnya tampak tenang. Ia tidak murung. Ia tertawa.

Tahun 1999-2000 saya mulai mengenal dekat beliau. Waktu itu saya seorang novis OFM dan Pater Paskalis adalah pembimbing – disebut Magister. Senyum ramahnya yang saya kenal 26 tahun lalu, masih mekar di wajahnya. Ia memang dikenal ramah dan murah senyum.

Tahun 2013, ketika bertugas di Kuria General OFM di Roma, ia diangkat sebagai uskup. Salah satu tugasnya waktu itu ialah mengunjungi kami student Asia. Tahun 2022 saya meminta beliau menulis kalimat endorsement untuk buku Allah Trinitas. Ini kenangan manis untuk saya.

Memoriku tentang masa Novisiat muncul ketika Paskalis keluar dari kamarnya dengan jubah coklat sesaat sebelum pengumuman. Saya tak menduga bahwa ia akan mengenakan kembali jubah itu. Hati saya tersentuh. Sebelas tahun sebagai uskup, jubah Fransiskan tetap ia cintai.

Pengumuman didahului Ibadat Sore. Yang paling ditunggu ialah sambuatan perpisahan bapa Uskup. Ia membacakan pernyataan tertulis. Ini pilihan bagus. Tertib bicara dengan poin yang terpilah. Mgr. Christophorus Tri Harsono sebagai Uskup Administrator memberi sambutan lisan.

BacaJuga

5 Keunikan Mosaik Bundar Paus Leo XIV

Paus Leo dan Gadis Tunanetra

Tahun Yubileum Fransiskan

Seruan Apostolik In Unitate Fidei

Vatikan Mengganti Gelar Co-Redemptrix Bagi Maria

Vatikan Menyediakan Ruang Doa Bagi Pengunjung Muslim di Perpustakaan Apostolik

Sambutan perpisahan Uskup Paskalis terasa teduh, bukan sekedar pernyataan, tetapi refleksi atas pengalaman yang ia sebut sebagai ‘pengalaman mistik’. Setiap poin diperkuat dengan kutipan Kitab Suci. Kasih, ketaatan dan pengampunan menjadi simpul-simpul utama.

Spritualitas Fransiskan mewarnai refleksinya. Teladan kerendahan hati Fransiksus Assisi menjiwai kata-katanya. Saudara Paskalis berdamai dengan dirinya, dengan sesama, dengan Gereja, meskipun tidak semua peristiwa dapat ia mengerti. Api peacemaker mengobarkan hatinya.

Kudengarkan baik-baik ketika bapa Uskup mengklarifikasi isu-isu yang dilemparkan kepadanya. Hati saya berdebar. Dan akhirnya saya lega: Di hadapan para pastor yang hadir, dengan rekaman digital yang siap beredar luas di media sosial, bapa Uskup berbicara lugas, tidak gagap.

Selesai pernyataan pengunduran diri, bapa Uskup berjalan tenang menuju pintu keluar. Tidak ada protokol formal, terkesan hening. Beberapa romo menyalami dia. Ia menyapa ramah mereka yang menyalami dia. Di jalan sunyi ini Uskup Paskalis tetap tersenyum.

 

Tags: Mgr Paskalis Bruno Syukur OFMuskup paskalis bruno syukur
ShareSendTweet
Artikel Sebelumnya

5 Keunikan Mosaik Bundar Paus Leo XIV

TerkaitTulisan

5 Keunikan Mosaik Bundar Paus Leo XIV

5 Keunikan Mosaik Bundar Paus Leo XIV

Paus Leo dan Gadis Tunanetra

Paus Leo dan Gadis Tunanetra

Tahun Yubileum Fransiskan

Seruan Apostolik In Unitate Fidei

Vatikan Mengganti Gelar Co-Redemptrix Bagi Maria

Vatikan Menyediakan Ruang Doa Bagi Pengunjung Muslim di Perpustakaan Apostolik

Jumlah Umat Katolik Terus Bertambah

Kunjungan Apostolik Pertama Paus Leo: Tanda Harapan

Komentar 1

  1. Agustinus Bora Dairo says:
    2 hari yang lalu

    Terimakasih Bapak Uskup, susah mengembalakan umat Katholik keuskupan Bogor.
    Semoga bapak uskup sehat selalu

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

  • Senyum Uskup Paskalis
  • 5 Keunikan Mosaik Bundar Paus Leo XIV
  • Paus Leo dan Gadis Tunanetra
  • Tahun Yubileum Fransiskan
  • Dilexi Te dan Natal 2025

Komentar Terbaru

  • Agustinus Bora Dairo pada Senyum Uskup Paskalis
  • Agustinus Pati Arkian Atakowa pada 5 Keunikan Mosaik Bundar Paus Leo XIV
  • Theresia Ina Duran pada 5 Keunikan Mosaik Bundar Paus Leo XIV
  • Agustinus Pati Arkian Atakowa pada Paus Leo dan Gadis Tunanetra
  • Agustinus Pati Arkian Atakowa pada Tahun Yubileum Fransiskan

Tag

AllahBonaventuraBunda MariaCorona Viruscovid-19Dilexit NosdisabilitasEkaristiEnsiklik Tutti FratelliFransiskanFransiskus AssisiFratelli TuttiGerejaGereja Katolikharapanhikmat roh kudusimankarunia Roh KuduskasihLaudato Silogika kasihlogika salibmanusia sebagai citra AllahnatalPaus Benediktus XVIPaus FransiskusPaus Leo ke-XIVPaus Leo XIVRoh KudussabdaSalibSanta Mariasanto agustinusSanto Agustinus HippoSanto BonaventuraSanto Fransiskus AssisiSanto YusufTeilhard de ChardinTeologiTrinitasvirus koronawaktuwaktu dan kekekalanYesus kristusYohanes Pembaptis
@Christusmedium.com
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
  • Humaniora
  • Teologi
  • Dialog Teologi dan Sains
  • Filsafat
  • Buku
  • Tentang Saya

© 2018 - Andreatawolo.id