Siapa itu malaikat? Bagaimana keberadaan mereka, dan apa perannya? Kata malaikat berasal dari Bahasa Yunani, anghelos (bahasa Inggris: angels) yang berarti pembawa pesan atau utusan. Dalam Alkitab, malaikat ditampilkan sebagai utusan yang dipercayakan Allah untuk melakukan misi tertentu di dunia.
Alkitab. Terdapat 300 kali kata ‘malaikat’ dalam Perjanjian Lama dan 175 kali dalam Perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Lama, kehadiran malakat digambarkan dalam adegan tertentu: pertarungan Yakub dengan malaikat (Kej. 32, 25-29); mimpi Yakub (Kej. 28, 12); tiga malaikat sebagai tamu Abraham (Kej. 18); campur tangan malaikat menghentikan tangan Abraham yang akan mengorbankan Ishak; malaikat membawakan makanan untuk nabi Elia di padang gurun.
Dalam Perjanjian Baru, malaikat membawa pesan kabar kelahiran Kristus kepada para gembala; malaikat menampakkan diri kepada Yusuf dalam mimpi, menyarankan agar dia melarikan diri bersama Maria dan Anak yang dikandungnya, yaitu Yesus; para malaikat yang menyembah dan melayani Yesus setelah pencobaan di padang gurun; malaikat menyatakan kebangkitan Kristus kepada Magdalena dan wanita lainnya; membebaskan Petrus dari penjara; serta banyak simbolisme malaikat dalam Kitab Wahyu.
Magisterium. Doktrin tentang malaikat (angelologi) dalam Gereja Katolik dikemukakan oleh tokoh-tokoh seperti Dionisius, Agustinus, Gregorius Agung, Hugo dari Santo Viktor dan Bernardus, Thomas Aquinas, dan Bonaventura – yang terakhir ini pemikirannya banyak diikuti dalam artikel ini. Magisterium Gereja Katolik, yaitu Konsili Lateran ke IV (1215) dan Konsili Vatikan I (1869-70) pun mengajarkannya.
Menurut Dionisius Aeropagita, para malaikat adalah anggota pasukan surgawi . Pasukan itu terbagi atas sembilan kelompok dalam tiga tingkatan. Pertama: Kerub, Serafim, Takhta; kedua: Dominasi, Kekuatan, Kebajikan; dan ketiga: Kerajaan, Malaikat Agung, dan Malaikat.
Tiga Tingkat Ciptaan. Bagi Bonaventura, Tuhan menciptakan tiga tingkat ciptaan. Tingkat paling bawah ialah makhluk bertubuh, yaitu wujud yang melulu material. Tingkat paling tinggi ialah malaikat, karena merupakan wujud spiritual dengan inti diri yang bersifat intelek. Manusia menempati level kedua atau tengah (medium), karena memiliki baik tubuh maupun roh. Secara teknis tiga tingkat itu disebut: superior – media – inferior [A. Schaefer 1961: 265-7].
Malaikat adalah ciptaan Tuhan berupa makhluk spiritual yang tampak dengan tubuh yang stabil (bukan tubuh indrawi), memiliki inti kemampuan intelek, dapat bergerak, selalu dinaungi rahmat, berada di sekitar Pencipta, dengan peran utama memuliakan dan melayani Tuhan. Kitab Suci menyebut dengan jelas nama dan peran tiga malaikat agung: Mikhael, Gabriel, dan Rafael.
Makhluk Spiritual. Karakter utama malaikat ialah murni spiritual. Sebagai makhluk spiritual, malaikat itu paling dekat dan mirip dengan Allah (Allah adalah wujud spiritual sempurna). Jika secara tradisional malaikat digambarkan dengan bentuk tubuh khusus, itu merupakan bentuk yang dijadikan Tuhan demikian adanya: sebagai anak, atau pemuda, atau figur pembela/ prajurit.
Tampilan tubuh pada malaikat merupakan tampilan khusus untuk misi tertentu dari Allah. Jadi tubuh malaikat bukan tubuh natural-biologis yang bertumbuh dan berkembang seperti pada manusia. Jadi, tubuh malaikat adalah tubuh surgawi. Oleh sebab itu, kita tidak dapat mengukur berat dan bobot tubuh malaikat. Tubuh malaikat bukan natural body yang dibatasi ruang dan waktu.
Metafisik. Iman Kristiani meyakini bahwa manusia, sebagai makhluk yang memiliki kemampuan spiritual atau sebagai citra Allah, pada saatnya akan dibarui Tuhan dengan tubuh surgawi. Selama hidupnya di dunia, manusia adalah makhluk alami, ia bukan malaikat. Dapat dikatakan bahwa malaikat adalah karya seni Allah yang menggambarkan dambaan spiritual masa depan manusia.
Bonaventura menggambarkan bahwa pada malaikat ,materi dan forma tubuh sudah merupakan sebuah harmonis yang tetap. Maka dikatakan bahwa malaikat adalah ciptaan yang paling bersahaja: keberadaannya tidak perlu ditambah atau dikurangi. Secara teknis dikatakan bahwa malaikat itu bukan ciptaan fisik tetapi metafisik: melampaui bentuk tubuh ragawi seperti yang dimiliki manusia.
Pengetahuan Malaikat. Malaikat memiliki kemampuan intelek. Esensi inteleknya sama dengan intelek pada manusia. Namun, berbeda dari manusia, daya intelek malaikat tidak dikondisikan oleh kemampuan inderawi. Untuk mengetahui dan mengerti suatu hal, manusia membutuhkan bantuan pancaindra, hal mana tidak terjadi pada malaikat sebagai makhluk intelek murni.
Pertanyaannya: bagaimana malaikat dapat mengetahui? Ketika Tuhan menjadikan malaikat, Ia telah memberikan kepada mereka kemampuan untuk menyerap pengetahuan, sehingga mereka mampu mengerti dan memahami dengan benar. Namun kemampuan ini, menurut Bonaventura, semata-mata adalah karunia. Maka pengetahuan malaikat adalah aksi ilahi: selalu dalam Terang Ilahi.
Dalam Tatanan Surgawi. Dalam karyanya Hexaemeron, berdasarkan pemikiran Dionisius tentang tatanan surgawi, Bonaventura menggambarkan para malaikat yang hadir di seputar tatanan surgawi Tertinggi, yaitu Allah Trinitas. Para malaikat mengelilingi takhta kekal Allah Bapa; para Kerubim mengitari keindahan paling luhur yaitu Allah Putra; dan para Serafin mengitari Roh Kudus.
Gambaran tentang Allah Trinitas itu melambangkan Kuasa surgawi yang Maha Esa, Kebijaksanaan Allah yang Paling Luhur, serta Kebajikan Tertinggi. Dengan demikian diyakini bahwa Allah Trinitas adalah penghuni tertinggi kemuliaan surga, dan para malaikat adalah laskar penjaga dan pelayan. Seruan para malaikat ‘kudus, kudus, kudus’ dapat dihubungkan dengan kemuliaan Trinitas Ilahi.
Misi para Malaikat. Malaikat diutus oleh Allah ke dunia untuk membawa pesan bagi umat Tuhan. Mereka diutus ke dunia demi hukum kasih (lex caritatis). Sebab orang-orang yang ditujui adalah orang yang dikasihi Tuhan secara khusus, dan pesan yang dibawa adalah warta keselamatan.
Dalam hal ini, Bonaventura menggambarkan bahwa malaikat dan manusia saling membutuhkan: Malaikat membawa kabar keselamatan (bdk. warta Gabriel kepada Zakharia dan Maria, warta para malaikat kepada para gembala, mimpi Yusuf, warta malaikat yang duduk dekat kubur Yesus tentang kebangkitan Tuhan), dan manusia hendaknya menanggapi pesan itu, mewujudkannya, agar keselamatan Allah nyata di dunia.
Pembawa Pesan Tuhan. Karena perannya membawa pesan kepada Zakharia dan Maria, Gabriel sering disebut sebagai “malaikat inkarnasi”. Ia datang sebagai pembawa kabar tentang persitiwa ‘Firman menjadi manusia’ yang telah dipersiapkan Yohanes Pembaptis dan terpenuhi dalam diri Yesus Kristus. Dalam hal ini Malaikat Gabriel juga digambarkan sebagai wakil kuasa Allah.
Penjaga dan Penolong. Selain sebagai pembawa pesan (Gabriel), malaikat juga berperan sebagai pelindung dan penolong bagi manusia yang berada dalam situasi sulit atau bahaya. Dan peran lainnya sebagai penerang, karena menerangi nalar manusia ketika manusia berada dalam ketidakpastian.
Bahaya terbesar bagi manusia ialah kuasa iblis (Lusifer). Malaikat Agung Santo Mikhael (Mikhael berarti ‘siapa seperti Tuhan’) umumnya digambarkan sebagai panglima perang yang mengalahkan kuasa iblis dengan tombaknya. Sedangkan Rafael yang berarti ‘Tuhan telah menyembuhkan’ digambarkan sebagai pelindung Tobia dan penyembuh mata Tobit yang buta (Tobit 12).
Dengan kata lain, malaikat memainkan peran ‘pembantu’, bukan peran definitif. ‘Pembantu’ berarti: Pertama, ia tidak sama dengan Allah. Malaikat bukan Allah, tetapi pesan Allah. Kedua, dalam kerangka etis, manusia sendirilah penentu dan penanggungjawab tindakannya. Malaikat adalah tanda rahmat Allah, dan rahmat menyertai, bukan mengintervensi sikap manusia. Semoga berkat bantuan para malaikat, kita selalu terlindung dari kuasa jahat dan terarah kepada kebaikan dan kebenaran.
Perayaan Liturgis. Ada dua perayaan Liturgi yang penting. Pertama, Pesta Malaikat Agung Mikhael, Gabriel dan Rafael dirayakan Gereja Katolik pada setiap 29 September. Mula-mula hanya ada perayaan Santo Mikhael Malaikat, namun sejak 1969 digabungkan ketiga malaikat dalam satu perayaan. Kedua, Peringatan Para Malaikat Pelindung dirayakan setiap 2 Oktober. Peringatan ini ditetapkan dalam penanggalan Liturgi oleh Paus Klemens ke X pada 1670. Semoga malaikat pelindung, penjaga dan penyembuh senantiasa menyertai kita manusia dalam ziarah di dunia ini. Pace e Ben!
Terima kasih Romo Andre
Apakah malaikat bisa masuk ke tubuh manusia?? Misalnya seperti malaikat Gabriel Mikael dan rafael
Malaikat berbisik menyampaikan pesan Tuhan kepada manusia. Pesan itu masuk dalam hati dan pikiran manusia. Jadi Malaikat tidak masuk dalam diri manusia dalam arti fisik (masuk dalam tubuh).
Terima kasih Pater atas suguhan tentang Malaikat & peranannya… Ulasan yang sangat menarik, dan tentunya sangat berguna untuk para pewarta.. Salam & doa, semoga pater sehat selalu..
Malaikat Pelindungku. Temani aku disetiap waktu. Amin
Terima kasih pater Andre …pencerahan ttg malaekat…GBU
Pater Andre …trima kasih atas inspirasinya….semoga selalu ingat akan malaekat pelindung.. utusan Allah yang selalu menyertai…
Pater Andre…trima kasih inspirasinya…mengingatkan kita akan malaekat pelindung. Utusan Allah yang selalu menyertai….
Terima kasih Pater, uladannya enak dibaca dan mudah dipahami. Luar biasa yg biasa malas baca jadi semangat ni.
Terimakasih Pater..jadi semakin tau tentang Malaikat
Terimakasih pater inspirasinya, saya juga ingin bertanya, apakah malaikat juga dapat jatuh dalam dosa/kesalahan? Jika malaikat dapat berbuat salah, apakah malaikat itu mendapat pengampunan seperti manusia yang berbuat salah mendapat pengampunan dan penitensi? Terimakasih pater.
Gracias Padre??
Malaikat adalah ciptaan Allah, mereka adalah makhluk surgawi. Akan tetapi Satan (si ular tua) memberontontak dan melawan Allah. (Why 12).