Christus Medium
  • Humaniora
  • Teologi
  • Dialog Teologi dan Sains
  • Filsafat
  • Buku
  • Tentang Saya
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
Christus Medium
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
Home Teologi

Mengapa Maria Bergelar Advocata?

2 April 2025
inTeologi
4
Mengapa Maria Bergelar Advocata?
Share on FacebookShare on Whats AppShare on Twitter

Salah satu gelar yang diberikan kepada Bunda Maria ialah Advocata, yang berarti Pembela. Gelar ini untuk pertama kali digunakan oleh Santo Ireneus dari Lyon († 202), seorang Bapa Gereja yang juga dikenal sebagai bapa Teologi Dogmatik dalam Gereja Katolik.

Ireneus mengajarkan bahwa Bunda Maria memiliki peran penting dalam seluruh sejarah keselamatan. Ia memaknai peran Bunda Maria sebagai Eva Baru, karena telah memperlihatkan ketaatannya kepada Allah, menggantikan ketidaktaan Eva karena tergoda kuasa Iblis.

Dalam Melawan Bidaah, Ireneus menggelari Bunda Maria sebagai Advocata (Pembela). Gelar ini menegaskan lawan dari ketidaktaan Eva: Maria adalah Advocata Eva, artinya ketidaktaan Eva telah digantikan oleh ketaatan Maria, Hawa Baru. Iman Maria menghalau dosa Eva.

Gelar Advocata diajarkan juga dalam karyanya yang lain, Kebenaran Ajaran Para Rasul. Ditegaskan bahwa sikap Adam lama telah digantikan oleh Adam Baru, yaitu Yesus Kristus. Demikian halnya sikap Eva digantikan Eva Baru. Bunda Maria adalah anti-type dari Eva, demikian Ireneus.

Peran Maria sebagai Eva Baru dimengerti dalam kerangka peran Kristus satu-satunya Pengantara kepada Bapa. Yesus lah yang memungkinkan kita memahami bahwa Maria adalah causa salutis (penyebab keselamatan), sebaliknya Eva causa mortis (penyebab kematian).

Poin lain yang menarik dari gelar Advocata ialah bahwa istilah ini datang dari bahasa Yunani, yang sepadan dengan kata parάklētos (hakim, pembela, pengantara), gelar yang dalam Injil dikaitkan dengan Roh Kudus. Poin yang ditekankan Ireneus ialah ketaatan Maria.

BacaJuga

Beragam Tingkatan Dokumen Kepausan

Lima Poin Utama Magnifica Humanitas

Kolegialitas para Uskup

Era AI: Ke Mana Arah Hidup Manusia?

Quo Vadis Humanitas?

Dilexi Te dan Natal 2025

Berdoa bersama Maria sebagaiadvocataberarti menjadikan dia sebagai pelindung dan pembela di dalam situasi sulit. Ibarat Roh Kudus yang menjadi pembela ketika kita kehabisan kata untuk membela iman atau tidak tahu berdoa, ia hadir sebagai pembela dan hakim di saat genting.

Ketaatan yang tulus dari Maria telah menghancurkan ancaman dosa bagi umat Manusia oleh karena egoisme Hawa. Jadi, peran Maria dalam sejarah keselamatan tidak hanya bersifat fisik (mengandung, melahirkan Yesus). Motif utama ketaatannya adalah moral dan spiritual.

Ireneus menggunakan istilah teknis rekapitulasi untuk menjelaskan bahwa segala hal dan peristiwa yang dikehendaki Allah menyatu kembali secara sempurna dalam Kristus. Namun tanpa ketaatan Maria, corak historis karya keselamatan Allah itu tidak nyata bagi manusia.

Agarrekapitulasi itu terwujud, peran Maria, Eva Baru itu, digambarkan Ireneus sebagai resirkulasi (recirculation), yaitu pembersihan dari situasi lama, yaitu dosa Adam dan ketidaktaan Eva. Dengan demikian segenap ciptaan dipulihkan dan bersatu kembali dalam tangan Sang Pencipta.

Paralel antara Eva Lama dan Eva Baru adalah topik yang sudah dimulai oleh Yustinus Martir dalam karyanya Apologia. Hal baru dari Ireneus ialah gelar Advoata. Gelar ini dimaknai lebih kaya oleh tokoh-tokoh sesudahnya. Maria adalah pembela kita, our defender, Advocata Nostra (Gambero 1999: 51-58).

Tags: AdvocataBunda MariaIreneus dari LyonParakletos
ShareSendTweet
Artikel Sebelumnya

Paus Tinggalkan Rumah Sakit Kembali ke Santa Marta

Artikel Berikut

Uskup Petrus Turang Meninggal Dunia

TerkaitTulisan

DILEXI TE Seruan Apostolik Paus Leo XIV

Beragam Tingkatan Dokumen Kepausan

Magnifica Humanitas Ensiklik Pertama Paus Leo XIV

Lima Poin Utama Magnifica Humanitas

Kolegialitas para Uskup

Era AI: Ke Mana Arah Hidup Manusia?

Quo Vadis Humanitas?

Dilexi Te dan Natal 2025

Gereja: Komunitas Pengharapan

Poin-Poin Inti Dilexi Te

Komentar 4

  1. Theresia Ina Duran says:
    1 tahun yang lalu

    Terimakasih Pater, tulisan nya.

    Balas
    • Sr. M. Lamberta, PRR says:
      1 tahun yang lalu

      Terimakasih Panter utk Penjelasanya. Sangat inspiratif

      Balas
  2. Fictor Ofmconv says:
    1 tahun yang lalu

    Grazie di cuore Fratello…molto significato…Pace e bene

    Balas
  3. Soviani says:
    1 tahun yang lalu

    Terima kasih Pater

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

  • Pemeriksaan Batin Gereja Katolik Indonesia
  • Beragam Tingkatan Dokumen Kepausan
  • Lima Poin Utama Magnifica Humanitas
  • Magnifica Humanitas Ensiklik Pertama Paus Leo XIV
  • Mukjizat Berkat Paus Benediktus XVI Diselidiki Vatikan

Komentar Terbaru

  • Theresia Ina Duran pada Mengapa Juni Disebut Bulan Hati Kudus Yesus?
  • Agustinus Pati Arkian Atakowa pada Beragam Tingkatan Dokumen Kepausan
  • Yoseph Paulus Laiyan pada Mukjizat Berkat Paus Benediktus XVI Diselidiki Vatikan
  • Soviani pada Mukjizat Berkat Paus Benediktus XVI Diselidiki Vatikan
  • Agustinus Pati Arkian Atakowa pada Mukjizat Berkat Paus Benediktus XVI Diselidiki Vatikan

Tag

AllahBonaventuraBunda MariaCorona VirusDilexit NosdisabilitasEkaristiEnsiklik Tutti FratelliFransiskanFransiskus AssisiFratelli TuttiGerejaGereja Katolikharapanhikmat roh kudusimankarunia Roh KuduskasihLaudato Silogika kasihlogika salibmanusia sebagai citra AllahnatalPaus Benediktus XVIPaus FransiskusPaus Leo ke-XIVPaus Leo XIVPrapaskahRoh KudussabdaSalibSanta Mariasanto agustinusSanto Agustinus HippoSanto BonaventuraSanto Fransiskus AssisiSanto YusufTeilhard de ChardinTeologiTrinitasvirus koronawaktuwaktu dan kekekalanYesus kristusYohanes Pembaptis
@Christusmedium.com
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
  • Humaniora
  • Teologi
  • Dialog Teologi dan Sains
  • Filsafat
  • Buku
  • Tentang Saya

© 2018 - Andreatawolo.id