Pesan Prapaskah Paus Fransiskus pada tahun 2021 ini terfokus pada tiga kebajikan utama atau yang disebut juga tiga kebajikan teologis: iman, harapan dan kasih.
Umat beriman diundang untuk ‘membarui iman, menimba air pengharapan, serta menerima kasih Tuhan dengan hati terbuka’.
‘Melalui aksi puasa, doa dan amal kasih’, demikian Paus Fransiskus, ‘kita bertumbuh dalam iman yang teguh, pengharapan yang hidup dan kasih yang penuh daya’.
Makna tiga kebajikan utama itu dihayati dalam terang misteri kebangkitan Kristus: ‘Perjalanan pertobatan di masa Prapaskah ini kita wujudkan dalam terang kebangkitan, yang menerangi pikiran, sikap dan pilihan kita untuk mengikuti Yesus’.
Iman. Paus menjelaskan bahwa di masa Prapaskah ini, keterbukaan untuk percaya akan wahyu diri Allah dalam Yesus berarti membuka hati bagi Firman Tuhan.
Penyangkalan diri melalui aksi puasa berarti mengandalkan rahmat Tuhan, serta menyadari kerapuhan dan kelemahan kita. Puasa juga membantu kita untuk lebih mengasihi Tuhan dan sesama.
Harapan. Harapan akan ‘air hidup’ oleh Paus diangkat dari janji Yesus kepada wanita Samaria: bukan hanya air yang memuaskan dahaga tubuh, tetapi air spiritual, yaitu daya Roh Kudus yang diberikan oleh Yesus yang bangkit.
Di saat sulit seperti sekarang ini, masa Prapaskah memaknai pentingnya harapan: ‘Prapaskah adalah masa harapan, saat untuk kembali kepada Tuhan’.
Harapan dianugerahkan kepada kita ‘sebagai kekuatan batin’, dan kita tumbuhkan dalam diri kita ‘melalui doa dan keheningan’. Mengalami harapan di masa Prapaskah berarti ‘menerima harapan Yesus sendiri, yang menyerahkan diri di salib, dan dibangkitan Bapa pada hari ketiga’.
Kasih. Kasih adalah ungkapan iman dan harapan dalam wujud paling luhur. Kasih bagaikan ‘lompatan hati’, kata Paus. ‘Kita keluar dari diri sendiri untuk terarah kepada sesama dan membangun persekutuan’.
Paus mengajak umat beriman menumbuhkan ‘kasih sosial’ sebagai dasar bagi sebuah ‘tatanan kasih’ dalam hidup bermasyakat.
Kasih memberi arti bagi hidup kita. Amal kebaikan kita diperganda oleh kasih. Itulah yang diajarkan dalam Kitab Suci, tetapi juga yang kita alami dalam hidup.
Ketika kita mengulurkan tangan untuk berbuat kasih, terjadi sukacita. Kita menjadi saudari dan saudara satu sama lain.
‘Untuk merasakan kasih dalam masa Prapaskah’ kata Paus, ‘kita perlu berbuat kasih bagi sesama yang paling lemah dan terabaikan karena pandemi korona’.
Akhirnya Paus memberi pesan indah ini: “Panggilan untuk mengalami Prapaskah sebagai perjalanan pertobatan, doa dan berbuat amal, membantu kita – sebagai komunitas maupun sebagai individu – untuk menghidupkan kembali iman yang datang dari Kristus yang hidup, pengharapan yang diilhami oleh nafas Roh Kudus dan cinta yang mengalir dari hati Bapa yang penuh belas kasihan”.
Terima kasih Pater
Terima kasih Pater
Iman, harapan, dan kasih
??Amin
Kita diajak keluar dari zona aman dan nyaman utk terlibat dan berbuah dg penuh iman harapan dan kasih di masa pandemi covid-19 Semogaaa. Aminnn. Terima kasih Pater.
Terimakasih Pater. Ijin copy ya
Terima kasih pater
Trima kasih Pater ..selmat memasuki masa Puasa ..masa retret yang panjang ..semoga KasiNya terus mengalir dalam hidup kita…