Dalam1Kor 11: 20 Rasul Paulus menggunakan istilah “perjamuan Tuhan” (bahasa Latin: Dominica Cena) untuk menyebut Perayaan Ekaristi. Istilah ini bermakna mendalam. Untuk menguatkan pandangannya, Paulus menegaskan bahwa makna Ekaristi merupakan warisan yang ia “terima dari Tuhan” (11: 2, 23), dan sekarang diteruskan kepada jemaat (Korintus).
Santo Paulus adalah penulis pertama Perjanjian Baru yang memiliki perhatian pada tema Ekaristi. Surat pertamanya kepada jemaat di Korintus ditulis antara tahun 53-55 Masehi, kurang dari 20 tahun setelah peristiwa salib atau sekitar 10 tahun sebelum penyebaran Injil.
Paulus prihatin akan banyak perpecahan terjadi antara umat Korintus. Dalam konteks itu Paulus berbicara tentang makna persekutuan dalam Perayaan Ekaristi. Kepada jemaat di Korintus ia menegaskan bahwa perjamuan yang mereka rayakan hendaknya sungguh menghadirkan kembali perjamuan yang diwariskan oleh Yesus sendiri (bdk 11: 24-25).
Berhadapan dengan masalah perpecahan jemaat, dalam 1Kor 10: 16-17, Paulus menegaskan bahwa kehidupan kelompok-kelompok yang berseberangan dalam jemaat tidak mencerminkan kesatuan dalam Kristus. Poin sentral pandangan Paulus terletak pada 10:16, yang menekankan koinōnia atau persekutuan umat dengan Kristus, lawan persis dari egoisme dalam jemaat.
Ekaristi merupakan koinōnia (ambil bagian) dalam hidup Yesus. Dalam Ekaristi, Tubuh Kristus lah penyatu jemaat. Kata Paulus: “Karena roti adalah satu, maka kita sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu” (10: 17).
Dalam kesatuan dengan Kristus, seorang murid Kristus tidak boleh minum dari cawan roh-roh jahat. Roh Tuhan dan roh jahat tidak dapat berada bersama di atas satu meja kurban, yaitu meja Tuhan sendiri. (bdk. 10: 21). Dengan tajam Paulus mengkritik jemaat Korintus: “Apabila kamu berkumpul, kamu bukanlah untuk makan perjamuan Tuhan” (1Kor 11: 20).
Dengan kata lain, mengatakan bahwa Ekaristi adalah Perjamuan Tuhan berarti bahwa Tuhan Yesus adalah tuan rumah perjamuan, Ia yang mengundang kita ke dalam perjamuan, dan Ia adalah perjamuan itu sendiri. Sebab itu, persatuan dengan Kristus bersifat msitik-spiritual, karena menjamin keselamatan secara utuh, baik sekarang maupun akhirat (eskatologis).
Gracias padre…
Terima kasih pembelajarannya Pater Andre.
Trima kasih Pater ..Ekaristi Puncak kesatuan umat Allah ..