Pada 12 November, Paus Fransiskus akan berada di Assisi untuk merayakan Hari Orang Miskin Sedunia. Ini adalah kelima kalinya ia berada di kota ‘si miskin’ (gelar untuk Fransiskus Assisi).
Ini akan menjadi kunjungan yang singkat, karena berlangsung hanya setengah hari, di mana Paus akan memberikan hadiah untuk orang miskin, mendengarkan kesaksian mereka, serta berdoa bersama mereka.
Menurut program yang telah telah dirilis Pers Tahta Suci, Paus akan tiba di Assisi pada jam 9 pagi, dan akan disambut oleh pihak berwenang, tetapi juga oleh orang miskin, yang secara simbolis akan memberinya mantel dan tongkat peziarah, simbol yang menunjukkan bahwa semua peziarah telah datang ke Assisi, kota Santo Fransiskus, untuk mendengar kata-katanya.
Kemudian, di Basilika St. Fransiskus, enam orang miskin (dua orang Prancis, satu Polandia, satu Spanyol, dua Italia) akan memberi kesaksian, serta tanggapan dari Paus Fransiskus.
Setelah itu akan ada jeda sejenak, dengan makanan ringan bagi orang miskin, dan pada jam 11 siang kembali berkumpul di Basilika, di mana Paus akan membagikan hadiah kepada orang miskin. Hadiah tersebut berupa 500 tas ransel, sweater, syal, topi, anorak, dan masker anti Covid.
Orang-orang miskin kemudian akan dijamu makan siang bersama uskup Assisi, Mgr. Domenico Sorrentino, sementara Paus akan kembali ke Vatikan.
Akan ada 500 orang miskin berasal dari keuskupan Umbria, asuhan Caritas, Asosiasi Fratello dari Prancis dan delegasi Organisasi Amal dari Roma dan Keuskupan Caritas Roma, Komunitas San Egidio, Perhimpunan Keluarga Vinsensian, serta asosiasi dan perkumpulan lain dari Roma.
Undangan untuk merayakan Hari Orang Miskin Sedunia di Assisi datang dari Asosiasi Fratello. Ini adalah asosiasi dari Prancis yang terdiri dari umat biasa (non-religius) yang berkomitmen pada Gereja. Mereka telah mengorganisir ziarah tunawisma pertama ke Roma pada tahun 2014, dan kemudian pada tahun 2016, selama Tahun Belas Kasihan. Setelah pertemuan ini, Paus Fransiskus ingin menetapkan Hari Orang Miskin Sedunia, dan mereka adalah inisiatornya di seluruh dunia.
Ini adalah tahun yang istimewa bagi Assisi, karena 27 Oktober juga menandai peringatan 35 tahun Pertemuan Damai Antaragama, yang diproklamirkan oleh Yohanes Paulus II pada tahun 1986.
Paus Fransiskus adalah Paus ke-19 yang mengunjungi Assisi, dan orang yang pergi ke sana beberapa kali setelah Yohanes Paulus II, yang pergi ke kota Santo Fransiskus sebanyak enam kali.
Kunjungan pertama Paus Fransiskus ke kota Assisi berlangsung pada pesta Santo Fransiskus tahun 2013. Kunjungan kedua dan ketiga terjadi pada tahun 2016 (pada Hari Pengampunan Assisi, dan peringatan 30 tahun Spirit Assisi), dan yang keempat pada tahun 2020, ketika ia menandatangani Ensiklik ketiganya Fratelli Tutti.
Terima kasih pater Andre. _Salam dan doa, semoga pater sehat selalu dan senantiasa dalam perlindungan TUHAN. ???