Salam Pace e Bene sudah mendunia dan populer. Dalam bahasa Latin Pax et Bonum, bahasa Inggris Peace and Good dan Indonesia Damai dan Kebaikan. Salam ini dikaitkan dengan St Fransiskus Assisi.
Kisah panggilan Fransiskus merupakan sebuah kisah pertobatan dari ambisi menjadi prajurit gagah yang menang dalam perang politik menjadi prajurit perdamaian. Ia mula-mula berdamai dengan dirinya, masa lalunya, mimpi dan ambisinya, lalu memberi kesaksian tentang damai itu.
Fransiskus mula-mula ingin menjadi prajurit perang dalam perang Assisi melawan Perugia. Namun setelah mendengar suara Tuhan dalam mimpi, berbalik arah menjadi Bentara Damai Kristus.
Fransiskus dikenal sebagai seorang pendamai, peacamaker. Dikisahkan bahwa pada September 1219 ia pergi ke Mesir membawa salam damai kepada Sultan Al-Kamil justru ketika perang salib berkecamuk. Kedunya pun bersahabat. Alkisah, Fransiskus mendamaikan serigala buas dengan warga kampung Gubbio.
Jejak salam Pace e Bene ditemukan dalam beberapa tulisan Fransiskus dan tulisan tentang dia, ada yang autentik, dan ada pula yang berupa kisah atau tuturan orang dalam tradisi.
AngBul 11 (Anggaran Dasar dengan Bulla Paus): Para saudara yang bepergian ke dunia… “hendaklah mereka itu murah hati, suka damai dan tidak berlagak, lembut dan rendah hati…”
AngBul 13: “Di rumah mana pun mereka masuk, hendaklah mereka katakan lebih dahulu: Damai Sejahtera bagi rumah ini” (bdk Luk. 10: 5).
Wasiat 23: “Tuhan mewahyukan kepadaku salam yang hendaknya kita ucapkan, yaitu Semoga Tuhan memberi engkau damai.” Petuah 15: “Berbahagialah orang yang mebawa damai” (bdk. Mat 5: 9).
Dalam Surat yang ditujukan kepada saudara Leo, Fransiskus menulis: “Saudara Leo, saudaramu Fransiskus menyampaikan kepadamu salam dan damai.”
Dalam Riwayat Hidup Santo Fransiskus yang ditulis oleh Thomas Celano (X. 23) dikatakan demikian: “Dalam setiap khotbahnya, sebelum ia menyampaikan Sabda Allah kepada orang yang berkumpul, ia menyampaikan salam damai katanya: Semoga Tuhan memberi damai kepada kalian.”
Seperti Thomas Celano, Santo Bonaventura memberi kesaksian serupa. Legenda Mayor (III. 2): “Dalam setiap pewartaanya ia menyampaikan damai-sejahtera, karena pada awal khotbahnya ia memberikan salam kepada rakyat dengan berkata: Semoga Tuhan memberi kalian damai.”
Lebih persis dalam Kisah Tiga Sahabat, yaitu kisah yang ditulis oleh tiga sahabat Fransiskus. Dalam kisah ini dilukiskan bahwa di awal pertobatan Fransiskus, ada seorang pria tak dikenal yang suka menyapa warga Assisi dengan ucapan Pece e Bene di jalan-jalan kota Assisi.
Tiga sahabat menampilkan seorang pendahulu Fransiskus, ibarat Yohanes yang berseru-seru sebelum kedatangan Yesus. Fransiskus mewartakan perdamaian dan mengabarkan keselamatan sehingga banyak orang bertobat dan menemukan damai sejati dalam Yesus Kristus.
Di daerah Poggio Bustone dituturkan bahwa Fransiskus, saat bertemu orang-orang, selalu mengucapkan salam berikut: Buon giorno brava gente, yang kurang lebih berarti Selamat pagi orang bijak. Atau yang dipopulerkan menjadi Buon girno buona gente, yang berarti Selamat pagi orang baik.
Ucapan salam damai pada dasarnya berakar pada Injil, keluar dari mulut Yesus yang bangkit (bdk Yoh 20: 19, 26), diungkapkan kembali oleh Santo Fransiskus Assisi, dan berevolusi menjadi salam Pece e Bene. Mari kita menjadi pembawa damai bagi sesama.
Damai dimulai dari diri sendiri. “Jika Anda mau menjadi seorang pendamai, berdamailah terlabihdahulu dengan dirimu” (Murray Bodo OFM).
Terimakasih Pater, jadi tau setelah baca tulisan ini
Mantap pater
Terima kasih Pater informasinya yg menambah wawasan. Slm sehat sll… ????????????????
Terima kasih Pater informasinya yg menambah wawasan. Slm sehat sll… ????????????????
Gratiss Padre????????
Gratiss Padre????????
Terima Kasih Sdra Andre artikelnya yg lusr biasa dan menarik , menmbah wawasan .sekli lgi tk. Sukses selalu. PACE E BENE