Christus Medium
  • Humaniora
  • Teologi
  • Dialog Teologi dan Sains
  • Filsafat
  • Buku
  • Tentang Saya
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
Christus Medium
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
Home Humaniora

Teologi Keindahan (1)

2 Februari 2019
inHumaniora, Teologi
1
Teologi Keindahan (1)
Share on FacebookShare on Whats AppShare on Twitter

Bayangkanlah bahwa Anda sedang memandang sebuah ‘kembang putih yang indah’. Proses apa yang terjadi ketika Anda memandang sebuah kembang putih? Terjadi kontak antara mata dan kembang tersebut.

Kontak itu terjadi karena ada cahaya. Dalam terang, mata dapat melihat dengan jelas kembang tersebut. Proses tersebut merangsang otak untuk mengerti bahwa ada objek yang bernama ‘kembang putih’.

Selanjutnya Anda menarik kesimpulan lebih spesifik: ‘kembang putih itu indah’. Proses mengamati (mengindera) sebuah kembang putih akhirnya melahirkan kesimpulan, yang terungkap melalui kata-kata: ‘kembang putih itu indah’. Orang yang memiliki kehalusan sensibilitas, akan dengan lebih mudah melukiskan bahwa ia seolah-olah sedang ‘mengecap’ atau ‘merasakan’ keindahan kembang putih itu.

Salah satu tema menarik dari pemikiran Santo Bonaventura (1217-1274) ialah teologi keindahan (pulchritudo). Teolog zaman modern Hans Urs von Balthasar, seorang ahli Bonaventura, dalam Teologi Estetika-nya menulis begini: “Di antara para Skolastik terkemuka, Bonaventura adalah orang yang dalam teologinya membahas tema keindahan, bukan hanya karena ia sangat sering mengulangnya, melainkan karena tema itu mengekspresikan sebuah pengalaman mendalam, dan mewarnai struktur konseptual teologinya sehingga tampak sebagai sebuah ciri baru”.

Dalam Prolog Breviloquium Bonaventura menulis: “Indahlah semesta alam, namun lebih indah lagi Gereja yang dihiasi oleh karisma-karisma suci; sungguh indah Jerusalem Sorgawi, namun yang terindah (super-maxima) hanya Tritunggal Mahakudus”. Bagi Bonaventura Tuhan patut disembah karena Dia Maha Indah. Keindahan Allah ialah keagungan kasih-Nya yang selalui didambakan manusia. Manusia dapat menilai sesuatu indah karena Penciptanya indah. Manusia mengerti keharmonisan karena Penciptanya memancarkan keharmonisan paling luhur.

Bagi Bonaventura keindahan bukan sekedar apa yang tampaknya indah di mata, namun suatu pancaran dari kedalaman. Dunia ini indah karena dijadikan baik adanya. Model utama dari keindahan dunia ini ialah Dia yang disebut sebagai Citra Allah. Kristus adalah citra Allah karena Ia memancarkan keindahan Allah.

Kristus adalah ekspresi ‘seni Bapa’ (Ars Patris). Keindahan yang dipancarkan oleh Putra itu bersifat kekal. Karena itu Bonaventura juga menggambarkan Yesus sebagai ‘seni yang kekal’ (Ars Aeterna).Yesus sendiri bersaksidengan sadar, “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yoh 14: 9).

BacaJuga

Komjen. Pol. Marthinus Hukom Raih Gelar Doktor di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara

Beragam Tingkatan Dokumen Kepausan

Lima Poin Utama Magnifica Humanitas

Kolegialitas para Uskup

Era AI: Ke Mana Arah Hidup Manusia?

Quo Vadis Humanitas?

Tags: teologi keindahan
ShareSendTweet
Artikel Sebelumnya

Aku Berbagi maka Aku Berhikmat

Artikel Berikut

Teologi Keindahan (2)

TerkaitTulisan

Komjen. Pol. Marthinus Hukom Raih Gelar Doktor di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara

Komjen. Pol. Marthinus Hukom Raih Gelar Doktor di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara

DILEXI TE Seruan Apostolik Paus Leo XIV

Beragam Tingkatan Dokumen Kepausan

Lima Poin Utama Magnifica Humanitas

Kolegialitas para Uskup

Era AI: Ke Mana Arah Hidup Manusia?

Quo Vadis Humanitas?

Dilexi Te dan Natal 2025

Gereja: Komunitas Pengharapan

Komentar 1

  1. Sisil says:
    7 tahun yang lalu

    Thank pater buat tulisannya setelah membaca ini saya baru tau keindahan yang sesungguhnya.

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

  • Komjen. Pol. Marthinus Hukom Raih Gelar Doktor di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara
  • Pemeriksaan Batin Gereja Katolik Indonesia
  • Beragam Tingkatan Dokumen Kepausan
  • Lima Poin Utama Magnifica Humanitas
  • Magnifica Humanitas Ensiklik Pertama Paus Leo XIV

Komentar Terbaru

  • Theresia Ina Duran pada Mengapa Juni Disebut Bulan Hati Kudus Yesus?
  • Agustinus Pati Arkian Atakowa pada Beragam Tingkatan Dokumen Kepausan
  • Yoseph Paulus Laiyan pada Mukjizat Berkat Paus Benediktus XVI Diselidiki Vatikan
  • Soviani pada Mukjizat Berkat Paus Benediktus XVI Diselidiki Vatikan
  • Agustinus Pati Arkian Atakowa pada Mukjizat Berkat Paus Benediktus XVI Diselidiki Vatikan

Tag

AllahBonaventuraBunda MariaCorona VirusDilexit NosdisabilitasEkaristiEnsiklik Tutti FratelliFransiskanFransiskus AssisiFratelli TuttiGerejaGereja Katolikharapanhikmat roh kudusimankarunia Roh KuduskasihLaudato Silogika kasihlogika salibmanusia sebagai citra AllahnatalPaus Benediktus XVIPaus FransiskusPaus Leo ke-XIVPaus Leo XIVPrapaskahRoh KudussabdaSalibSanta Mariasanto agustinusSanto Agustinus HippoSanto BonaventuraSanto Fransiskus AssisiSanto YusufTeilhard de ChardinTeologiTrinitasvirus koronawaktuwaktu dan kekekalanYesus kristusYohanes Pembaptis
@Christusmedium.com
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
  • Humaniora
  • Teologi
  • Dialog Teologi dan Sains
  • Filsafat
  • Buku
  • Tentang Saya

© 2018 - Andreatawolo.id