Dalam sebuah wawancara dengan program Rethink Radio BBC, Paus Fransiskus memberi pernyataan-pernyataan tegas terkait krisis karena pandemi korona dan bagaimana seharusnya para pemimpin dunia bersikap terhadap orang miskin. “Orang miskin telah menjadi bagian dari cara pandang”, tegas Paus.
Dalam program yang mewawancarai lebih dari 30 tokoh ini, Paus mengkritik kemunafikan politisi tertentu dan mengatakan bahwa krisis korona ini menyingkap kemunafikan mereka itu:
“Krisis virus korona ini memengaruhi kita semua, baik yang kaya maupun miskin, dan menyingkap kemunafikan. Saya khawatir dengan kemunafikan politisi tertentu yang berbicara tentang menghadapi krisis, masalah kelaparan di dunia, tetapi di saat yang sama memproduksi senjata”, kata Paus.
“Ini adalah saat untuk bertobat dari kemunafikan fungsional semacam ini. Ini adalah waktu untuk integritas. Entah kita selaras dengan keyakinan kita atau kita kehilangan segalanya. ”
Paus juga mengatakan bahwa krisis mendatangkan baik bahaya maupun kesempatan:
“Saat ini saya percaya kita harus memperlambat laju produksi dan konsumsi kita dan belajar untuk memahami dan merenungkan dunia alami. Kita perlu terhubung kembali dengan lingkungan nyata kita. Ini adalah kesempatan untuk pertobatan”. “Kita telah kehilangan kontemplasi pada alam”, kata Paus.
Paus mendesak dunia memikirkan kembali sikap terhadap orang miskin: “Kita melemahkan orang miskin. Kita tidak memberi mereka hak untuk memimpikan ibu mereka. Mereka tidak tahu apa itu kasih sayang, banyak yang hidup dengan narkoba. Dan melihat mereka dapat membantu kita menemukan kesalehan, yang mengarahkan kita pada Tuhan dan sesama kita, ”tambahnya.
Paus menyerukan perlunya mengkaji kembali secara radikal prioritas kita, agar kita tidak hanya memikirkan diri sendiri dan lebih banyak memikirkan sistem yang kita huni, baik alam maupun ekonomi. Dalam hal itu, kita dipanggil untuk melampaui Katolisisme, menjangkau sesuatu yang lebih universal: Kemampuan kita untuk tidak mementingkan diri sendiri.
Paus mengajak dunia untuk memperlakukan orang miskin sebagai manusia, sebagaimana yang dilakukan Santa Terese dari Kalkuta. Melihat orang miskin berarti melihat kemanusiaan.
Terimakasih Tulisannya Pater….
Pater Andre. Terima kasih. Tulisannya bagus.
Terima kasih Pater
Iya benar Pater. Sangat miris jika kita melihat semua itu. Disekitar kita ada banyak ada banyak hal yg mengusik nurani kita. Orang bisa melakukan 2 hal berbeda dalam waktu yang sama ” merampingkan karyawan alias PHK seraya berpesta pora merayakan HUT anak”
Bertobat seruan yg pas utk kita.
Siapa yg bertelinga hendaklah ia mendengar.
Terima kasih Pater
Bener pastor…kl di indonesia..mirisnya..dana bansos di korupsi…gak mikir..ya..susahnya orang lain. ..untuk bertahan hidup.., politisi hanya mikir kepentingan..partai..saja..bukan mewakili rakyat yg sebenarnya
Selamat pagi Pater. Terimakasih tulisan ini. Setuju dengan pendapat bapa Paus Fransiskus. Semoga kita semakin hari membuka hati dan tangan dan dengan tulus berbagi pada sesama yang membutuhkan.
Trima kasih Pater ..artikelnya …membuka hati untuk mereka yang ..berkekurangan …
Trimakasih Pater …Artikelnya bagus….membuka hati bagi yang ..berkekurangan …