Natal mengatakan bahwa sebenarnya Allah juga butuh manusia. Ia memeluk manusia agar dapat merasakan balasan kehangatan dari manusia. Natal berarti air mata Tuhan jatuh ke dunia. Ia tersenyum haru menatapmu. Ia berharap padamu. Bantu Dia agar Ia dapat menolongmu.
Natal berkisah tentang cara Tuhan mengasihi. Tidak ada cara lain: Ia mau memberi diri-Nya bagi manusia. Ia tak memberi sesuatu, sekalipun yang paling berharga. Ia memilih menjadi daging agar jiwa ragamu selamat. Sambutlah pelukan-Nya, agar engkau merasakan kehangatan kasih-Nya.
Natal mengatakan bahwa kasih lebih kuat dari kebencian; sesungguhnya sukacita karena memberi itu lebih besar dari pada menerima. Ini tentang sukacita batin, bukan sekedar rasa gembira. Natal menyingkap rahasia kasih: kalau bukan kasih ia bukan Allah, karena Allah adalah Kasih.