Wartawan La Repubblica bertanya kepada Paus Fransiskus: “Bapa Suci, dalam khotbah Natal Anda berulang kali mengatakan bahwa Allah itu penyayang dan pengasih. Bagaimana kita memaknai secara serentak antara kasih sayang ilahi dan hukuman ilahi? Apakah ada hukuman ilahi?
Paus: “Hukuman ilahi itu ibarat hukuman yang diberikan seorang ayah atau ibu kepada anaknya. Orangtua yang baik memberi hukuman atau penitensi untuk mengoreksi anaknya. Demikian halnya Tuhan menghukum sebagai bentuk koreksi. Ia menghukum tapi dengan belas kasih.
Seorang ayah atau ibu yang baik, ketika ‘menampar’ anaknya, yang lebih terasa sakit ialah telapak tangannya sendiri, bukan pada anaknya. Celaka, kalau bapa atau mama ‘menampar’ anaknya dan tidak merasakan sakit pada telapak tangannya.” Ini gambaran bahwa Tuhan menghukum, namun dengan penuh kasih sayang. Ia sendirilah yang menanggung sakit ketika menghukum kita. Tuhan menampar sekaligus mengusap pipi manusia.