Christus Medium
  • Humaniora
  • Teologi
  • Dialog Teologi dan Sains
  • Filsafat
  • Buku
  • Tentang Saya
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
Christus Medium
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
Home Berita

HBD-100 St. Yohanes Paulus II

17 Mei 2020
inBerita
6
foto dari google
Share on FacebookShare on Whats AppShare on Twitter

Pada tanggal 18 Mei 2020, Santo Yohanes Paulus II genap berusia 100 tahun. Karol Józef Wojtyla, demikian nama aslinya, lahir di Wadowice, Polandia 18 Mei 1920. Paus Fransiskus pun menyambut hari ini dengan antusias.

Sekretaris utama Konferensi para Uskup Polandia Menyatakan bahwa Konferensi akan mengeluarkan sebuah pesan bagi umat berdasarkan hal-hal yang relevan dengan arah magisterium Paus yang adalah seorang filsuf ini.

Sebagaimana diberitakan dalam situs www.vaticannews.va, Paus Fransiskus, pada kesempatan Doa Angelus, Minggu 17 Mei, mengumumkan bahwa pada Senin 18 Mei pagi ia akan mempersembahkan Ekaristi untuk menghormati sang Santo di altar di mana tubuhnya dibaringkan.

“Semoga dari surga, dia terus mendoakan umat Allah dan bagi perdamaian di dunia”, demikian kata paus Fransiskus, ungkapan hormat-nya pada Wojtyla, yang sejak 16 Oktober 1978 menjadi Paus, dan pada tahun 1989 mengunjungi Indonesia (juga mengunjungi Timor Leste yang waktu itu masih menjadi bagian Indonesia).

Kardinal Giovanni Battista Re, orang dekat Yohanes Paulus II selama masa kepausannya, dalam wawancara dengan Koran Italia Corriere Della Sera, memberi kesaksian bagaimana ia diminta membaca kembali terjemahan khotbah pertama Paus setelah diterjemahkan dalam bahasa Italia.

Ternyata khotbah yang dimaksud adalah seruan terkenal sang santo: “Jangan takut, bukalah pintu lebar-lebar bagi Kristus”. Kardinal Re juga membenarkan bahwa ia pernah melihat Paus berdoa begitu khusyuk sampai menelungkup di lantai, terutama ketika haru mengambil keputusan penting.

BacaJuga

SSPX Mau Menahbiskan Uskup Tanpa Mandat Paus

Rekonsiliasi Penuh Vatikan dan SSPX?

Senyum Uskup Paskalis

5 Keunikan Mosaik Bundar Paus Leo XIV

Paus Leo dan Gadis Tunanetra

Tahun Yubileum Fransiskan

“Ya. Ketika dia sendirian, di kapel apartemennya di Vatikan, dia kadang-kadang berdoa bahkan berbaring di lantai, seperti dalam upacara pentahbisan imam dan uskup. Ini merupakan ungkapan rasa hormatnya yang begitu mendalam serta permohonan yang rendah hati di hadapan kebesaran Tuhan yang tak terbatas”.

Kesaksian menarik lainnya ialah tentang ciri mistik yang dimiliki Yohanes Paulus II, sehingga ia selalu tenang, memaafkan orang yang menembaknya, tampil energik dan penuh visi di hadapan umat, dan terutama terus menjalankan kepausan, meskipun sangat lemah karena parkinson, hingga wafat 2 April 2005.

“Melanjutkan tugas kepausannya sampai wafat, merupakan cara dia menunjukkan kepada kita bahwa hidup adalah hadiah yang harus dijalani sampai akhir, juga dengan menerima kesulitan karena penyakit. Itu adalah ajarannya yang terakhir, teladan seorang Paus”.

Santo Yohanes Paulus II doakanlah kami dan seluruh dunia agar lekas bebas dari virus korona, amin.

Tags: Santo Yohanes Paulus II
Share265SendTweet
Artikel Sebelumnya

Makna “Berdamai Dengan Covid-19”

Artikel Berikut

Khotbah Pentakosta St. Bonaventura

TerkaitTulisan

Rekonsiliasi Penuh Vatikan dan SSPX?

SSPX Mau Menahbiskan Uskup Tanpa Mandat Paus

Rekonsiliasi Penuh Vatikan dan SSPX?

Rekonsiliasi Penuh Vatikan dan SSPX?

Senyum Uskup Paskalis

5 Keunikan Mosaik Bundar Paus Leo XIV

Paus Leo dan Gadis Tunanetra

Tahun Yubileum Fransiskan

Seruan Apostolik In Unitate Fidei

Vatikan Mengganti Gelar Co-Redemptrix Bagi Maria

Komentar 6

  1. Nicoline says:
    6 tahun yang lalu

    Makasih banyak Romo…

    Balas
  2. Irene says:
    6 tahun yang lalu

    Amin. Makasih Pater …

    Balas
  3. Romaida katarina simbolon says:
    6 tahun yang lalu

    Terimakasih Pater.

    Balas
  4. irma says:
    6 tahun yang lalu

    Tks pater , Paus..yg kmd menjadi Santo..yg banyak dikenang..dan dikagumi…

    Balas
  5. Agustinus Pati Sekian Atakowa says:
    6 tahun yang lalu

    Semoga kita selalu mensyukuri hidup kita yang merupakan hadiah dari Tuhan… Santo Yohanes Paulus II, Doakanlah kami dalam menghadapi wabah Corona saat ini.. Terima kasih Pater. (Salam & Doa,, semoga Peter sehat selalu)

    Balas
  6. Alfonsa FCh says:
    6 tahun yang lalu

    Trima kasih Pater….

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

  • Quo Vadis Humanitas?
  • SSPX Mau Menahbiskan Uskup Tanpa Mandat Paus
  • Sejarah dan Makna Rabu Abu
  • Rekonsiliasi Penuh Vatikan dan SSPX?
  • Senyum Uskup Paskalis

Komentar Terbaru

  • Ning floren pada Sejarah dan Makna Rabu Abu
  • Agustinus Pati Arkian Atakowa pada Berpuasa Ala Paus Fransiskus
  • Agustinus Pati Arkian Atakowa pada Berpuasa Ala Paus Fransiskus
  • soviani making pada Sejarah dan Makna Rabu Abu
  • Agustinus Bora Dairo pada Senyum Uskup Paskalis

Tag

AllahBonaventuraBunda MariaCorona VirusDilexit NosdisabilitasEkaristiEnsiklik Tutti FratelliFransiskanFransiskus AssisiFratelli TuttiGerejaGereja Katolikharapanhikmat roh kudusimankarunia Roh KuduskasihLaudato Silogika kasihlogika salibManusiamanusia sebagai citra AllahnatalPaus FransiskusPaus Leo ke-XIVPaus Leo XIVPrapaskahRoh KudussabdaSalibSanta Mariasanto agustinusSanto Agustinus HippoSanto BonaventuraSanto Fransiskus AssisiSanto YusufTeilhard de ChardinTeologiTrinitasvirus koronawaktuwaktu dan kekekalanYesus kristusYohanes Pembaptis
@Christusmedium.com
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
  • Humaniora
  • Teologi
  • Dialog Teologi dan Sains
  • Filsafat
  • Buku
  • Tentang Saya

© 2018 - Andreatawolo.id