Christus Medium
  • Humaniora
  • Teologi
  • Dialog Teologi dan Sains
  • Filsafat
  • Buku
  • Tentang Saya
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
Christus Medium
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
Home Berita

Vatikan Mengganti Gelar Co-Redemptrix Bagi Maria

4 November 2025
inBerita
0
Vatikan Mengganti Gelar Co-Redemptrix Bagi Maria
Share on FacebookShare on Whats AppShare on Twitter

Vatikan resmi mengganti gelar Co-Redemptrix pada Bunda Maria, karena dianggap dapat mengaburkan peran eksklusif Yesus sang Penyelamat dan Pengantara Tunggal kepada Bapa.

Pernyataan ini diumumkan secara resmi dalam Nota Doktrinal yang dikeluarkan Dikasteri Doktrin Iman atau DDI melalui dokumen Mater Populi Fidelis (Bunda Umat Beriman) pada 4 November 2025. Nota itu disampaikan setelah refleksi mendalam di intern Takhta Suci.

DDI melihat bahwa gelar Co-Redemptrix dapat menimbilkan salah paham karena terkesan menempatkan Maria sebagai rekan penyelamat yang sejajar dengan Kristus. Konsili Vatikan II tidak menggunakan istilah itu karena alasan dogmatis, pastoral, dan ekumenis.

Paus Yohanes Paulus II menggunakan gelar itu dalam beberapa kesempatan, namun menempatkannya dalam konteks pemaknaan keselamatan dalam Kristus, sehingga seperti Maria, umat Allah dapat menyatukan penderitaan mereka dengan Kristus, khususnya dalam peristiwa salib.

Paus Leo telah menyetujui dokumen Nota Doktrinal tersebut, yang ditandatangani oleh Perfek DDI Kardinal Víctor Manuel Fernández dan sekertaris Mgr. Armando Matteo pada 7 Oktober.

Gelar Co-Redemptrix atau rekan penyelamat telah diperdebatkan dalam beberapa dekade terakhir. Pihak yang menolak seperti Ratzinger, sejak tahun 1996, memandang bahwa gelar ini tidak seluruhnya jelas, menimbulkan salah tafsir. Ia mengulang kritik itu pada tahun 2002.

BacaJuga

Senyum Uskup Paskalis

5 Keunikan Mosaik Bundar Paus Leo XIV

Paus Leo dan Gadis Tunanetra

Tahun Yubileum Fransiskan

Seruan Apostolik In Unitate Fidei

Vatikan Menyediakan Ruang Doa Bagi Pengunjung Muslim di Perpustakaan Apostolik

Ada pula yang melihat bahwa gelar ini tidak menguntungkan dalam dialog ekumenis. Sedangkan para pendukung menghendaki agar gelar itu dijadikan dogma.

Perdebatan juga muncul terkait gelar Mediatrix atau Pengantara, terutama dengan tekanan Pengantara segala rahmat. Gelar ini tak dilarang, namun harus dimaknai secara persis agar tidak menimbulkan kebingungan terkait peran Kristus Pengantara segala rahmat Allah.

Kardinal Fernández menjelaskan bahwa gelar-gelar Maria yang muncul dari berbagai devosi sering kali berlebihan. Gelar-gelar tersebut ketika dibawakan secara intensif melalui media sosial, dapat menimbulkan kebingungan di kalangan umat Katolik sendiri.

DDI terutama bemaksud menegaskan peran Maria bersama semua umat beriman dalam terang Kristus sebagai satu-satunya Penyelamat dan Pengantara segala rahmat Allah. Jadi devosi mariana ditempatkan pada makna aslinya, tanpa mengurangi penghargaan pada kesalehan umat.

Karena itu DDI mendorong umat beriman untuk fokus memaknai peran keibuan Maria dengan menggunakan gelar seperti Bunda Allah dan Bunda Umat Beriman. Gelar ini menekankan kedekatan Maria dengan umat Allah: ia salah satu di antara mereka, turut merasakan suka dan duka mereka.

Sebagai ibu yang melahirkan Pengantara segala rahmat, Maria mengikuti Kristus sampai di kaki salib (Yoh 19: 25). Ia menderita bersama anaknya dengan mempersembahkan hatinya yang tertusuk pedang (Luk 2: 35). Ia setia ikut Yesus sejak inkarnasi, salib, sampai kebangkitan.

DDI menegaskan bahwa Maria diselamatkan oleh putranya secara antisipatif, artinya dilindungi dari dosa. Keistimewaan Maria yang tiada duanya ialah keterbukaan pada Roh Kudus, kesediaannya mengikuti Kristus, sehingga menjadi model spirit kemuridan bagi umat Allah.

Vatikan tidak mengubah dogma tentang Maria, tetapi menegaskan bahwa peran Bunda Maria tidak boleh disejajarkan dengan Yesus. Menyejajarkan dia dengan Yesus justru mengaburkan keunikannya dan menjauhkannya dari ikatan batin dengan umat Allah. Ave Bunda Maria, doakanlah kami. Amin.

Tags: co-redemptrixmater populi fidelismediatrix
ShareSendTweet
Artikel Sebelumnya

Vatikan Menyediakan Ruang Doa Bagi Pengunjung Muslim di Perpustakaan Apostolik

Artikel Berikut

Gereja: Komunitas Pengharapan

TerkaitTulisan

Senyum Uskup Paskalis

Senyum Uskup Paskalis

5 Keunikan Mosaik Bundar Paus Leo XIV

5 Keunikan Mosaik Bundar Paus Leo XIV

Paus Leo dan Gadis Tunanetra

Tahun Yubileum Fransiskan

Seruan Apostolik In Unitate Fidei

Vatikan Menyediakan Ruang Doa Bagi Pengunjung Muslim di Perpustakaan Apostolik

Jumlah Umat Katolik Terus Bertambah

Kunjungan Apostolik Pertama Paus Leo: Tanda Harapan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

  • Senyum Uskup Paskalis
  • 5 Keunikan Mosaik Bundar Paus Leo XIV
  • Paus Leo dan Gadis Tunanetra
  • Tahun Yubileum Fransiskan
  • Dilexi Te dan Natal 2025

Komentar Terbaru

  • Agustinus Bora Dairo pada Senyum Uskup Paskalis
  • Agustinus Pati Arkian Atakowa pada 5 Keunikan Mosaik Bundar Paus Leo XIV
  • Theresia Ina Duran pada 5 Keunikan Mosaik Bundar Paus Leo XIV
  • Agustinus Pati Arkian Atakowa pada Paus Leo dan Gadis Tunanetra
  • Agustinus Pati Arkian Atakowa pada Tahun Yubileum Fransiskan

Tag

AllahBonaventuraBunda MariaCorona Viruscovid-19Dilexit NosdisabilitasEkaristiEnsiklik Tutti FratelliFransiskanFransiskus AssisiFratelli TuttiGerejaGereja Katolikharapanhikmat roh kudusimankarunia Roh KuduskasihLaudato Silogika kasihlogika salibmanusia sebagai citra AllahnatalPaus Benediktus XVIPaus FransiskusPaus Leo ke-XIVPaus Leo XIVRoh KudussabdaSalibSanta Mariasanto agustinusSanto Agustinus HippoSanto BonaventuraSanto Fransiskus AssisiSanto YusufTeilhard de ChardinTeologiTrinitasvirus koronawaktuwaktu dan kekekalanYesus kristusYohanes Pembaptis
@Christusmedium.com
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
  • Humaniora
  • Teologi
  • Dialog Teologi dan Sains
  • Filsafat
  • Buku
  • Tentang Saya

© 2018 - Andreatawolo.id