Vatikan sedang menyelidiki sebuah peristiwa yang diyakini sebagai mukjizat melalui tangan Paus Benediktus XVI. Peristiwa ini menjadi suatu tanda yang mendukung pengakuan terhadap Paus Ratzinger sebagai seorang kudus.
Peristiwa ini terjadi pada Peter Srsich, pemuda Kolorado pada tahun 2012, dalam audensi umum di lapangan Santo Petrus Vatikan. Ia menderita hodgkin lymphoma atau sejenis kanker yang menyerang sistem limfatik.
Peter telah berulang kali menjalani kemoterapi, namun tidak ada tanda-tanda sembuh. Dokter menyerah. Dengan bantuan organisasi “Make a Wish International Foundation” ia akhirnya mendapat kesempatan berziarah ke Vatikan.
Dalam audiensi itu Paus Benediktus meletakkan tangannya pada area sakit pemuda yang pada waktu itu berusia 19 tahun, mendoakan dan memberkatinya.
Tak lama setelah perjumpaan dengan Paus itu, anak muda itu mengalami kesembuhan total secara misterius. Dokter pun tidak dapat menjelaskan bagimana kesembuhan itu dapat terjadi.
Ziarah Peter bersama orang tuanya, Tom dan Laura, serta saudaranya Jhonny, sunggu membawa berkat. Mereka bertemu Paus. Peter didoakan dan diberkati.
Menarik bahwa anak muda itu setelah sembuh, memutuskan menjadi imam Katolik, dan sejak 15 Mei 2021 aktif melayani sebagai imam Katolik.
Kisah ini menyebar dan mendorong Vatikan untuk menyelidikinya. Banyak umat yang menyampaikan petisi mendukung kanonisasi Paus Benediktus.
Ratzinger dikenal sebagai seorang teolog brilian namun rendah hati, yang mendedikasikan passion intelektualnya untuk membela doktrin Gereja Katolik.
Dukungan kepada Ratzinger ini menunjukkan pengaru spiritualnya bagi Gereja selama hidup dan khususnya selama menjadi Paus.
Tuhan, kami mohon sembuhkan kami orang sakit. Kami percaya, ‘Engkaulah yang memikul kelemahan kami dan menanggung penyaki kami’ (Mat 8: 17). Amin.



Terima kasih pater Andre..Pengalaman iman yang luar biasa.YESUS ANDALAN KITA…Salam dan doa,semoga pater sehat selalu dan senantiasa dalam perlindungan TUHAN.🙏