Christus Medium
  • Humaniora
  • Teologi
  • Dialog Teologi dan Sains
  • Filsafat
  • Buku
  • Tentang Saya
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
Christus Medium
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
Home Humaniora

Waktu & Kekekalan [8]

9 Mei 2018
inHumaniora
0
Waktu & Kekekalan [9]
Share on FacebookShare on Whats AppShare on Twitter

BacaJuga

Ketika Paus Ditahan Polantas

Paus Fransiskus: Ketika Tuhan Menampar

Guru Katolik Zaman Now

Ketika Paus ditanya: Seandainya bisa Membuat Mukjizat, apa yang dilakukan?

Kiat Sukses di Tahun Baru

Bahagia Seperti St. Yusuf? Ada Lima Kata Kunci

Waktu itu ibarat samudera luas. Ia adalah ukuran dari segala ukuran.
Ia merangkul segala yang hidup di dalam air. Ia menerima makhluk-makhluk yang beragam. Ia tak pernah menuntut para makhluk mengukur kedalamannya atau meminta mereka menjengkal keluasannya. Ia menerima mereka apa adanya. Keberagaman makhluk menyukakan hatinya. Ia melihat bahwa segala makhluk hidup itu baik adanya. Waktu merangkul tanpa mengadili. Penggalan tulisan ini pun merangkul setiap mata yang memandang, tidak membatasi, sebab ia hanya sepenggal intuisi, bukan kebenaran. Terima kasih bagi mata yang telah memandangnya.
Waktu identik dengan sang pemilik waktu: Pencipta. Sang pencipta menjadikan segala sesuatu bukan dalam waktu, tetapi dengan waktu. Creatio cum tempore, kata Agustinus dari Hippo. Pencipta itu kekal. Infinitum. Tidak ada waktu mendahului adanya dia. Sebaliknya semua yang tercipta itu hidup dalam waktu (in tempore): terbatas, tidak sempurna. Keberagaman adalah tanda keterbatasan. Ada penghuni yang gembira melihat sesama ciptaan. Ia sadar: ‘aku hanyalah penghuni – bukan penakhluk –samudera raya’; ‘aku mungkin berbeda dari dia dan mereka, tetapi kami semua sama-sama penghuni di sini – penghuni sementara’.
Dalam samudera waktu nan luas terdapat palung-palung hunian. Ada sebuah palung dengan penghun yang ramai: palung ‘agama’. Pilihan nama yang indah! Sayang, nama tak seindah penghuninya. Para penghuninya suka bangga: berenang kian kemari: ‘Tak ada hunian senyaman hunianku’!, begitu mereka berteriak, semakin keras. Teriakan keras yang memekakkan telinga. Mereka sibuk memuji palungnya, nyaman dalam gua yang gelap dan sempit, lupa menikmati keindahan mentari pagi yang membias di kedalaman samudera raya.
Mereka tak tertarik dengan warna-warni pelangi di saat hujan rintik-rintik. Mengapa ada penghuni yang sibuk? Rupanya ia tidak mengenal siapa dia sendiri; mungkin ia kesepian dalam kesempitan. Hari ini Nyepi: masuklah dalam dirimu, pandanglah dia dengan lebih teliti: ia terbatas, namun tidak terabaikan, ia menjadi lebih indah di tengah samudera luas. Kita bhinneka, kita Indonesia, kita satu.

Tags: waktuwaktu dan kekekalan
ShareSendTweet
Artikel Sebelumnya

Waktu & Kekekalan [7]

Artikel Berikut

Waktu & Kekekalan [9]

TerkaitTulisan

Ketika Paus Ditahan Polantas

Ketika Paus Ditahan Polantas

Apa itu DOGMA?

Paus Fransiskus: Ketika Tuhan Menampar

Guru Katolik Zaman Now

Ketika Paus ditanya: Seandainya bisa Membuat Mukjizat, apa yang dilakukan?

Kiat Sukses di Tahun Baru

Bahagia Seperti St. Yusuf? Ada Lima Kata Kunci

Takjub Pada Yesus Belum Tentu Beriman

KRITIK Secara KRITIS

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

  • Senyum Uskup Paskalis
  • 5 Keunikan Mosaik Bundar Paus Leo XIV
  • Paus Leo dan Gadis Tunanetra
  • Tahun Yubileum Fransiskan
  • Dilexi Te dan Natal 2025

Komentar Terbaru

  • Agustinus Bora Dairo pada Senyum Uskup Paskalis
  • Agustinus Pati Arkian Atakowa pada 5 Keunikan Mosaik Bundar Paus Leo XIV
  • Theresia Ina Duran pada 5 Keunikan Mosaik Bundar Paus Leo XIV
  • Agustinus Pati Arkian Atakowa pada Paus Leo dan Gadis Tunanetra
  • Agustinus Pati Arkian Atakowa pada Tahun Yubileum Fransiskan

Tag

AllahBonaventuraBunda MariaCorona Viruscovid-19Dilexit NosdisabilitasEkaristiEnsiklik Tutti FratelliFransiskanFransiskus AssisiFratelli TuttiGerejaGereja Katolikharapanhikmat roh kudusimankarunia Roh KuduskasihLaudato Silogika kasihlogika salibmanusia sebagai citra AllahnatalPaus Benediktus XVIPaus FransiskusPaus Leo ke-XIVPaus Leo XIVRoh KudussabdaSalibSanta Mariasanto agustinusSanto Agustinus HippoSanto BonaventuraSanto Fransiskus AssisiSanto YusufTeilhard de ChardinTeologiTrinitasvirus koronawaktuwaktu dan kekekalanYesus kristusYohanes Pembaptis
@Christusmedium.com
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
  • Humaniora
  • Teologi
  • Dialog Teologi dan Sains
  • Filsafat
  • Buku
  • Tentang Saya

© 2018 - Andreatawolo.id