Dalam buku Pengakuan-Pengakuan, jilid XI Santo Agustinus mengajukan pertanyaan ini: “Apa yang dilakukan Allah sebelum menjadikan dunia”? Agustinus sendiri pun menjawab: “Saya tidak tahu apa yang tidak saya ketahui”.
Dengan jawaban itu ia menunjukkan kayakinannya bahwa ‘tidak ada waktu sebelum Tuhan menjadikan sesuatu, sebab waktu adalah ciptaan-Nya’. Tuhan ada sebelum adanya waktu, dan tanpa Dia tidak ada satupun yang dijadikan.
Bagi Agustinus waktu mulai ada serentak dengan tindakan Tuhan menciptakan dunia. Tuhan menciptakan dengan bersabda, maka waktu ada serentak ketika Sabda keluar dari mulut sang Pencipta. Sang pencipta menjadikan segala sesuatu bukan dalam waktu, tetapi serentak dengan waktu [creatio cum tempore]. Pencipta itu kekal dan tidak terbatas [infinitum]. Maka tidak ada waktu sebelum Ia menjadikan sesuatu. Sebaliknya semua ciptaan ada dan hidup dalam waktu [in tempore].
Agustinus mengagumi apa yang dilakukan Pencipta ketika menjadikan alam semesta sebagaimana dikisahkan dalam Kitab Kejadian. Ia menciptakan segala sesuatu dengan bersabda. Sederhana sekali cara terjadinya: Tuhan berfirman dan terjadilah. Tidak ada durasi antara Firman dan terjadinya suatu ciptaan. Pada sang Pencipta tidak ada konsep kronologi seperti yang kita mengerti: dulu-sekarang-yang akan datang. Konsep waktu Agustinus melampaui pola krnologis past-now-future.
Dalam tangan Pencipta waktu itu selalu aktual [sekarang]. However nothing is absent to God, thus there is neither past nor future, but all is present to God [Rogers, “St. Augustine on Time and Eternity”, 210]. Dalam tangan Tuhan rentangan seribu tahun sama dengan satu hari. “Di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari” [1 Ptr. 3: 8].
Waktu terjadi atas kehendak Allah Pencipta. Artinya dalam tindakan mencipta Allah tidak bergantung pada sesuatu di luar diri-Nya. Firman yang keluar dari mulut-Nya mengalir dari kehenda-Nya, dan karena itu identik pula dengan-Nya. Firman adalah ungkapan waktu nan kekal. Sejak kekal Firman ada bersama Dia. Maka perkataan Allah adalah nafas yang mengalirkan kehidupan. Firman Allah Pencipta adalah Kebaikan Tertinggi, sumber kehidupan bagi dunia.
Yang dikehendaki Allah ialah menjadikan segala sesuatu baik adanya. Ia mengasihi ciptaan tanpa mengenal waktu. Maka logika waktu Allah memang berbeda dari perhitungan manusia.
Misalnya, Ia tampil sebagai penggembala domba yang aneh, karena memilih meninggalkan sembilanpuluh sembilan ekor domba dan menghabiskan waktu untuk menemukan satu ekor yang hilang. Kasih Allah itu ibarat seorang ayah yang menghabiskan waktu menantikan anak-Nya yang telah berdosa dan menghabiskan harta, lalu menyediakan perjamuan istimewa baginya.
Manusia adalah ciptaan. Sebagai ciptaan manusia tidak kekal tetapi terbatas. Keberadaan manusia bukan suatu keniscayaan. Manusia pernah tidak ada tetapi diadakan atas kehendak sang Khalik. Manusia dijadikan secara istimewa: “Apakah gerangan manusia, sehingga dia Kauanggap agung, dan Kauperhatikan, dan Kaudatangi setiap pagi, dan Kauuji setiap saat?” [Ayub 7: 18].
Manusia itu makhluk istimewa karena memiliki jiwa yang trerarah kepada Allah Pencipta. Oleh peran kapasitas jiwa manusia, peristiwa masa lampau [memoria] ditarik dan dihadirkannya di masa sekarang [attentio]; dengan mengalami pengalama aktual-sekarang, jiwa manusia mengantisipasi peristiwa masa depan [expectatio]. Kapasitas jiwa menghadirkan memori dan penantian pada saat sekarang [now]. Daya kerja jiwa manusia melampaui struktur fisik-material. Oleh daya jiwa, tindakan mengenang dan menantikan berciri spiritual, jadi melampaui pola dahulu-sekarang-akan datang.
Kemampuan tersebut menunjukkan martabat manusia sebagai citra Allah [homo capax Dei ]. Keberadaan manusia di dunia bukan sebuah kebetulan. Ia dijadikan Pencipta agar terarah untuk bersatu kembali dengan-Nya. Karena keberadaannya dikehendaki Allah, manusia tidak sekedar berjalan di dunia. Ia adalah peziarah. Di dunia manusia dibatasi waktu, ia memang terbatas. Kelak ketika masuk dalam “waktu” Tuhan, ia menemukan sukacita yang tidak dibatasi oleh kronologi.
Terima kasih pater,,telah mebagikan tulisan kepada para penggemar yang senang membaca…Tulisan berikutnya selalu ditunggu.**(Salam & Doa untuk ama romo.semoga sehat selalu)
Terima kasih Pater