Christus Medium
  • Humaniora
  • Teologi
  • Dialog Teologi dan Sains
  • Filsafat
  • Buku
  • Tentang Saya
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
Christus Medium
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
Home Berita

Paus Koreksi Doa Bapa Kami

20 Januari 2020
inBerita
7
Paus Koreksi Doa Bapa Kami
Share on FacebookShare on Whats AppShare on Twitter

Pada 22 Mei tahun 2019 Paus Fransiskus telah mengoreksi sebuah frase pada rumusan Doa Bapa Kami dan seruan Kemuliaan.

Koreksi tersebut telah diterima dalam Konferensi para Uskup di Perancis dan Italia, dengan konsekuensi merevisi buku-buku atau teks liturgis.

Di Indonesia perubahan itu tampaknya belum diterapkan secara global. Melalui pengamatan kecil terhadap beberapa komunitas atau paroki terdekat, kami mendapat kesan kuat bahwa pnggunakan frase baru yang dimaksud Paus itu belum menjadi kesadaran bersama.

Dalam rumusan bahasa Inggris frase “lead us not into temptation” menjadi “do not let us fall into temptation”. Dalam bahasa Indonesia frase “janganlah masukan kami ke dalam pencobaan” menjadi “janganlah biarkan kami jatuh ke dalam pencobaan”.

Koreksi frase tersebut hendak menunjukkan bahwa jatuh dalam dosa adalah akibat pilihan bebas manusia yang telah dikuasai oleh kuasa jahat. Tuhan, yang dalam doa ini disebut sebagai ‘Bapa’, adalah Bapa yang Maharahim: Ia tidak tega membiarkan anaknya terjerumus ke dalam pencobaan, melainkan melindunginya agar tidak jatuh dalam kuasa dosa.

Paus juga mengumumkan perubahan frase dalam seruan Kemuliaan. Dalam bahasa Inggris, frase “Peace on earth to people of good will” menjadi “Peace on Earth to people beloved by God.” Dalam bahasa Indonesia: “Damai di bumi kepada orang yang berkehendak baik” (yang berkenan kepada-Nya) menjadi “Damai di bumi kepada orang yang dikasihi Tuhan”.

BacaJuga

SSPX Mau Menahbiskan Uskup Tanpa Mandat Paus

Rekonsiliasi Penuh Vatikan dan SSPX?

Senyum Uskup Paskalis

5 Keunikan Mosaik Bundar Paus Leo XIV

Paus Leo dan Gadis Tunanetra

Tahun Yubileum Fransiskan

Koreksi tersebut memberi tekanan baru yang signifikan: Tuhan berkenan kepada semua orang melulu karena kasih-Nya, bukan karena manusia memiliki kehendak baik sehingga pantas di hadapan-Nya: Tidak ada manusia yang layak di hadapan Tuhan, namun kasih Tuhan melampaui dosa manusia. Atas dasar keyakinan akan kasih Tuhan yang tak terbatas lah, manusia boleh memuliakan Tuhann dan memohon damai.

Tags: Doa bapa kamikemuliaan
Share174SendTweet
Artikel Sebelumnya

Oikonomia & Theologia

Artikel Berikut

Completorium: Sebuah Epilog

TerkaitTulisan

Rekonsiliasi Penuh Vatikan dan SSPX?

SSPX Mau Menahbiskan Uskup Tanpa Mandat Paus

Rekonsiliasi Penuh Vatikan dan SSPX?

Rekonsiliasi Penuh Vatikan dan SSPX?

Senyum Uskup Paskalis

5 Keunikan Mosaik Bundar Paus Leo XIV

Paus Leo dan Gadis Tunanetra

Tahun Yubileum Fransiskan

Seruan Apostolik In Unitate Fidei

Vatikan Mengganti Gelar Co-Redemptrix Bagi Maria

Komentar 7

  1. Agustinus Pati Arkian Atakowa. says:
    6 tahun yang lalu

    Terima kasih pater atas suguhan yang bermakna..Saya bisa bantu share kepada umat paroki. (Salam & Doa ..semoga ama pater sehat selalu)

    Balas
    • Andre Atawolo says:
      6 tahun yang lalu

      Semoga bermanfaat

      Balas
  2. Alfonsa FCh says:
    6 tahun yang lalu

    Trima kasih Pater Andre informasi dan refleksinya……semoga semakin banyak orang sadar akan kerahiman Bapak yang begitu Agung dan Kasih tanpa batas…

    Balas
    • Andre Atawolo says:
      6 tahun yang lalu

      God bless us…

      Balas
  3. Sr.alfonsa sfd says:
    6 tahun yang lalu

    Terimakasih pater atas info tentang doa bapa kami .

    Balas
  4. Marselina says:
    6 tahun yang lalu

    Terimakasih Pater,
    Ini harus dimulai dari sie liturgi paroki.
    Siap utk diteruskan kepada sie liturgi.

    Balas
    • Andre Atawolo says:
      6 tahun yang lalu

      Terima kasih Kawan…

      Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

  • SSPX Mau Menahbiskan Uskup Tanpa Mandat Paus
  • Sejarah dan Makna Rabu Abu
  • Rekonsiliasi Penuh Vatikan dan SSPX?
  • Senyum Uskup Paskalis
  • 5 Keunikan Mosaik Bundar Paus Leo XIV

Komentar Terbaru

  • Ning floren pada Sejarah dan Makna Rabu Abu
  • Agustinus Pati Arkian Atakowa pada Berpuasa Ala Paus Fransiskus
  • Agustinus Pati Arkian Atakowa pada Berpuasa Ala Paus Fransiskus
  • soviani making pada Sejarah dan Makna Rabu Abu
  • Agustinus Bora Dairo pada Senyum Uskup Paskalis

Tag

AllahBonaventuraBunda MariaCorona VirusDilexit NosdisabilitasEkaristiEnsiklik Tutti FratelliFransiskanFransiskus AssisiFratelli TuttiGerejaGereja Katolikharapanhikmat roh kudusimankarunia Roh KuduskasihLaudato Silogika kasihlogika salibmanusia sebagai citra AllahnatalpaskahPaus FransiskusPaus Leo ke-XIVPaus Leo XIVPrapaskahRoh KudussabdaSalibSanta Mariasanto agustinusSanto Agustinus HippoSanto BonaventuraSanto Fransiskus AssisiSanto YusufTeilhard de ChardinTeologiTrinitasvirus koronawaktuwaktu dan kekekalanYesus kristusYohanes Pembaptis
@Christusmedium.com
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
  • Humaniora
  • Teologi
  • Dialog Teologi dan Sains
  • Filsafat
  • Buku
  • Tentang Saya

© 2018 - Andreatawolo.id