Christus Medium
  • Humaniora
  • Teologi
  • Dialog Teologi dan Sains
  • Filsafat
  • Buku
  • Tentang Saya
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
Christus Medium
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
Home Devosi

Santa Monika

27 Agustus 2026
inDevosi
0
Santa Monika
Share on FacebookShare on Whats AppShare on Twitter

Monika lahir pada tahun 331 di Tagaste, Afrika Utara, dari keluarga kaya dengan tradisi Kristen yang kuat. Ia mencintai Kitab Suci, memaknai sakramen, dan tekun menempah hidup batiniahnya, serta mengabdi kepada komunitas gerejawi.

Ia menikah dengan Patrisius, pria yang ambisius. Monika orang yang lembut, baik hati, dan tekun dalam doa. Ia berhasil mengatasi sikap keras suaminya dan membimbingnya kepada iman Kristiani.

Seorang Istri dan Ibu. Pada usia 22 tahun, ia melahirkan anak sulungnya, Agustinus, lalu Navigius dan seorang putri, yang namanya tidak diketahui. Monika membesarkan mereka dalam nilai-nilai Kristen. Ia menjadi janda pada usia 39 tahun. Ia terus mengawasi pengelolaan harta warisan keluarga, dan dengan penuh kasih sayang mendidik anak-anaknya dalam hal iman Kristiani.

Perhatian terbesarnya adalah Agustinus, mendoakan dia dengan penuh air mata dan hati yang kuat. Agustinus belajar dan menjadi seorang ahli retorika yang ambisius. Dalam pencariannya akan kebenaran, ia pernah menjauhkan diri dari iman Katolik, mengikuti aliran filsafat Manikeisme.

Monika tidak pernah berhenti berdoa untuknya dan setia mendampinginya. Ia pindah ke Kartago dan kemudian ke kota Milan di Italia, mengikuti Agustinus sebagai guru retorika di puncak kariernya. Kasih sayang dan doa keibuannya menyertai pertobatan Agustinus.

Doa Monika dikabulkan. Agustinus putranya bertobat menjadi Katolik. Ia dibaptis oleh Uskup Ambrosius. Setelah itu ia kembali ke Tagaste untuk mendirikan komunitas hidup bakti. Monika bersamanya. Mereka harus berangkat dari Ostia untuk kembali ke Afrika.

BacaJuga

Mengapa Mengantuk Ketika Berdoa Rosario?

Maria Diangkat ke Surga-Kesaksian Yohanes Damaskus

Mengapa Juni Disebut Bulan Hati Kudus Yesus?

Ensiklik Mense Maio untuk Bulan Maria

Mengapa Paus Memilih Dimakamkan St Maria Maggiore?

Sub Tuum Praesidium Doa Marian Paling Antik

Di Ostia, mereka harus menunggu kapal untuk melanjutkan perjalanan. Dikisahkan bahwa di sini terjadi sebuah dialog spiritual yang mendalam antara Monica dan Agustinus, yang disebut ekstasi Ostia, sebagaimana dikisahkan dalam karya Agustinus Pengakuan-Pengakuan.

Aku dan dia sendirian, bersandar di jendela yang menghadap ke taman rumah yang menampung kami, di sana, dekat Ostia Tiberina, jauh dari kebisingan keramaian […] kami bercakap-cakap berdua dengan sangat manis. Melupakan hal-hal masa lalu dan berupaya menuju hal-hal yang ada di depan, kami menyendiri, di hadapan kebenaran, yaitu Engkau,…ketika kami membicarakannya dan merindukannya, kami meraihnya sedikit demi sedikit dengan dambaan kuat pikiran kami.

Menarik sekali kesaksian iman Monika. Ia merasa telah mencapai puncak hidupnya dengan pertobatan Agustinus, dan mengakuinya kepada Agustinus anaknya:

Bagi saya, hidup ini tidak lagi menarik bagi saya. Apa yang masih saya lakukan di sini dan mengapa saya di sini, saya tidak tahu. Harapan saya di bumi kini telah habis. Hanya ada satu hal yang membuat saya ingin tetap di sini: melihatmu sebagai seorang Kristen Katolik sebelum saya meninggal. Tuhan saya telah cukup memuaskan saya, karena saya melihatmu bahkan membenci kebahagiaan duniawi untuk melayani-Nya. Apa yang saya lakukan di sini?

Beberapa hari kemudian, Monika jatuh sakit. Ia meninggal pada usia 56 tahun, dan jenazahnya dimakamkan di tempat gereja Santa Aurea sekarang berdiri di Ostia Antica, yang mungkin dulunya merupakan basilika Kristen awal dengan nekropolis di sebelahnya.

Relikui. Jenazah Monica disimpan selama beberapa abad di Santa Aurea. Pada abad ke-15, Paus Martinus V memerintahkan agar dipindahkan ke Roma, gereja Santo Trifone, milik biarawan Augustinian. Gereja ini kemudian disatukan dengan Basilika utama St Agustinus. Di sini relikui keduanya tersimpan dalam sarkofagus marmer hijau di kapel yang dihiasi lukisan dinding karya Pietro Gagliardi, tahun 1885.

Tags: Santa Monika
ShareSendTweet
Artikel Sebelumnya

Mengapa Mengantuk Ketika Berdoa Rosario?

TerkaitTulisan

Mengapa Mengantuk Ketika Berdoa Rosario?

Mengapa Mengantuk Ketika Berdoa Rosario?

Maria Diangkat ke Surga-Kesaksian Yohanes Damaskus

Maria Diangkat ke Surga-Kesaksian Yohanes Damaskus

Mengapa Juni Disebut Bulan Hati Kudus Yesus?

Ensiklik Mense Maio untuk Bulan Maria

Mengapa Paus Memilih Dimakamkan St Maria Maggiore?

Sub Tuum Praesidium Doa Marian Paling Antik

Salib Putih dan Yubileum 2025

Lima Doa Maria Fatima

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

  • Santa Monika
  • Mengapa Mengantuk Ketika Berdoa Rosario?
  • Skisma SSPX
  • Komjen. Pol. Marthinus Hukom Raih Gelar Doktor di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara
  • Pemeriksaan Batin Gereja Katolik Indonesia

Komentar Terbaru

  • Agustinus Pati Arkian Atakowa pada Mengapa Mengantuk Ketika Berdoa Rosario?
  • irene santi pada Mengapa Mengantuk Ketika Berdoa Rosario?
  • Theresia Ina Duran pada Mengapa Mengantuk Ketika Berdoa Rosario?
  • Agustinus Pati Arkian Atakowa pada Beragam Tingkatan Dokumen Kepausan
  • Yoseph Paulus Laiyan pada Mukjizat Berkat Paus Benediktus XVI Diselidiki Vatikan

Tag

AllahBonaventuraBunda MariaCorona VirusDilexit NosdisabilitasEkaristiEnsiklik Tutti FratelliFransiskanFransiskus AssisiFratelli TuttiGerejaGereja Katolikharapanhikmat roh kudusimankarunia Roh KuduskasihLaudato Silogika kasihlogika salibmanusia sebagai citra AllahnatalPaus Benediktus XVIPaus FransiskusPaus Leo ke-XIVPaus Leo XIVPrapaskahRoh KudussabdaSalibSanta Mariasanto agustinusSanto Agustinus HippoSanto BonaventuraSanto Fransiskus AssisiSanto YusufTeilhard de ChardinTeologiTrinitasvirus koronawaktuwaktu dan kekekalanYesus kristusYohanes Pembaptis
@Christusmedium.com
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
  • Humaniora
  • Teologi
  • Dialog Teologi dan Sains
  • Filsafat
  • Buku
  • Tentang Saya

© 2018 - Andreatawolo.id