Christus Medium
  • Humaniora
  • Teologi
  • Dialog Teologi dan Sains
  • Filsafat
  • Buku
  • Tentang Saya
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
Christus Medium
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
Home Spiritualitas

Fransiskus Assisi dan Sorella Morte

2 Oktober 2026
inSpiritualitas, Teologi
0
Delapan Abad Fransiskus Assisi: Jangan Lelah jadi Manusia
Share on FacebookShare on Whats AppShare on Twitter

Francis of Assisi a seed for eternal life. Fransiskus Assisi dilukiskan sebagai sebuah benih hidup kekal. Setelah delapan abad, di manakah benih itu?

Benih itu telah menjadi pohon yang subur dan berbuah lebat. Kini benih itu telah kembali menjadi humus bagi masa depan baru.

Benih kehidupan kekal tumbuh dalam hati Fransiskus Assisi. Hatinya ibarat humus tanah yang subur. Humilitas menjadikan benih ilahi tumbuh, bercabang, berdaun lebat, berbuah banyak.

Humus tanah tidak menyuburkan dirinya. Ia humus bagi pohon yang baru. Ia humble. Ketika buah dimakan, daun menjadi obat-obatan, dan pohon menjadi tiang, orang tak memuji humus. Hati Fransiskus lembut dan rendah. Ia tersembunyi. Ia tak menjadi congkak.

Fransiskus menikmati hidupnya di dunia. Tepatnya ia mengasihi dunia. Maka ia mau merehabnya. Anehnya ia tak berniat memiliki dunia. Ia mengambil jarak darinya. Tak melekat padanya. Fransiskus merangkul erat dunia, maka ia tahu bahwa aroma harum dunia berhembus sesaat.

Tanah yang subur sekalipun tetaplah tanah. Ia memberi hidup, namun ia tak pernah tumbuh sebagai benih, apa lagi menjadi pohon. Pada saatnya tanah menjadi tandus. Humusnya mati demi benih baru. Fransiskus sadar betul, ia hanya musafir dan perantau di dunia.

BacaJuga

Delapan Abad Fransiskus Assisi: Jangan Lelah jadi Manusia

Pemeriksaan Batin Gereja Katolik Indonesia

Beragam Tingkatan Dokumen Kepausan

Lima Poin Utama Magnifica Humanitas

Kolegialitas para Uskup

Era AI: Ke Mana Arah Hidup Manusia?

Baik kehidupan maupun kematian sangat dekat dengan tanah. Tanah digali untuk menanam atau menguburkan sesuatu. Fransiskus selalu memaknai keduanya. Maka bagi dia, Sorella Morte bukan sebuah film horror, melainkan adegan baru dari orkestra kudus kudus kudus.

Setelah semua siklus dunia ia jalani dan musim-musim ia lewati, Fransiskus tahu, kini saatnya ia melewati pintu sempit. Kesuburannya telah mengalir, meresap jauh, dan ia tetap sebuah benih, bagaikan biji sesawi, melebur menjadi debu tanah, menumbuhkan harapan baru.

 

Tags: Fransiskus Assisisaudari maut
ShareSendTweet
Artikel Sebelumnya

Delapan Abad Fransiskus Assisi: Jangan Lelah jadi Manusia

TerkaitTulisan

Delapan Abad Fransiskus Assisi: Jangan Lelah jadi Manusia

Delapan Abad Fransiskus Assisi: Jangan Lelah jadi Manusia

foto dari pixabay

Pemeriksaan Batin Gereja Katolik Indonesia

Beragam Tingkatan Dokumen Kepausan

Lima Poin Utama Magnifica Humanitas

Kolegialitas para Uskup

Era AI: Ke Mana Arah Hidup Manusia?

Surat Cinta Ramadhan dari OFM

Quo Vadis Humanitas?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

  • Fransiskus Assisi dan Sorella Morte
  • Delapan Abad Fransiskus Assisi: Jangan Lelah jadi Manusia
  • Santa Monika
  • Mengapa Mengantuk Ketika Berdoa Rosario?
  • Skisma SSPX

Komentar Terbaru

  • Agustinus Pati Arkian Atakowa pada Mengapa Mengantuk Ketika Berdoa Rosario?
  • irene santi pada Mengapa Mengantuk Ketika Berdoa Rosario?
  • Theresia Ina Duran pada Mengapa Mengantuk Ketika Berdoa Rosario?
  • Agustinus Pati Arkian Atakowa pada Beragam Tingkatan Dokumen Kepausan
  • Yoseph Paulus Laiyan pada Mukjizat Berkat Paus Benediktus XVI Diselidiki Vatikan

Tag

AllahBonaventuraBunda MariaCorona VirusDilexit NosdisabilitasEkaristiEnsiklik Tutti FratelliFransiskanFransiskus AssisiFratelli TuttiGerejaGereja Katolikharapanhikmat roh kudusimankarunia Roh KuduskasihLaudato Silogika kasihlogika salibmanusia sebagai citra AllahnatalPaus Benediktus XVIPaus FransiskusPaus Leo ke-XIVPaus Leo XIVPrapaskahRoh KudussabdaSalibSanta Mariasanto agustinusSanto Agustinus HippoSanto BonaventuraSanto Fransiskus AssisiSanto YusufTeilhard de ChardinTeologiTrinitasvirus koronawaktuwaktu dan kekekalanYesus kristusYohanes Pembaptis
@Christusmedium.com
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
  • Humaniora
  • Teologi
  • Dialog Teologi dan Sains
  • Filsafat
  • Buku
  • Tentang Saya

© 2018 - Andreatawolo.id