Christus Medium
  • Humaniora
  • Teologi
  • Dialog Teologi dan Sains
  • Filsafat
  • Buku
  • Tentang Saya
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
Christus Medium
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
Home Spiritualitas

Saling Mengasihi

3 Juli 2020
inSpiritualitas
2
foto dari google
Share on FacebookShare on Whats AppShare on Twitter

Tema sentral teks Injil Yoh. 14: 15-21 adalah perintah untuk saling mengasihi. Allah adalah Kasih, dan kita dipanggil untuk saling mengasihi. Mengasihi sesama adalah ciri seorang Kristen.

“Jika kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku”. Kata jika mengindikasikan sebuah kondisi. Jadi tindakan mengasihi dalam arti yang autentik adalah sebuah pilihan bebas.

Kasih yang dipaksakan itu bukan kasih sejati. Kasih bukan sekedar ungkapan emosi sesaat, melainkan komitmen; sebuah keputusan yang autentik. Mengasihi adalah identitas seorang pengikut Kristus.

“Jika kamu mengasihi Aku”, tunjukkan itu dalam tindakan konkret, yaitu “Menuruti segala perintah-Ku”. Menuruti segala perintah Tuhan artinya: merenungkannya di dalam hati, menghidupi-nya, merawat dan menjadikannya pusat hidup kita. Tegasnya: menyatukan hidup dengan hidup Kristus sendiri.

Perintah yang mana? Perintah yang terutama: kasih. Yesus menasihati para murid-Nya untuk saling mengasihi sebagaimana Ia sendiri telah mengasihi mereka. Kita dipanggil untuk mengasihi seturut teladan Kristus.

Bagaimana kita dapat menjalani perintah untuk saling mengasihi tanpa kehadiran Yesus di dunia? Yesus telah kembali kepada Bapa-Nya, tetapi Ia tidak meninggalkan kita sendirian. Kata-Nya: Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepada-Mu.

BacaJuga

Pemeriksaan Batin Gereja Katolik Indonesia

Surat Cinta Ramadhan dari OFM

Sejarah dan Makna Rabu Abu

Fransiskus Assisi Influencer Tuhan Dengan Algoritma Kasih

Berdamai dengan Ibu Bumi

Pantang Apa di Era Teknologi AI ?

Yesus meyakinkan kita: Aku hidup dalam hidupmu; Aku menganugerahkan Roh-Ku kepada-Mu. Ia masuk dan berdiam dalam diri kita, memengaruhi seluruh diri kita dengan daya Roh-Nya yang telah Ia janjikan. Roh Kudus oleh penginjil Yohanes disebut Penolong, Roh Kebenaran. Roh Kudus pembela Kebenaran.

Dari dirinya manusia tak mampu mengasihi dengan sempurna. Ia ciptaan yang terbatas. Karena itu ia membutuhkan penolong yang mengajarkan tentang kebenaran, dan yang membelanya ketika ada kuasa jahat mendatanginya.

Yesus mengatakan bahwa kasih tidak dikenal oleh dunia. Yang dimaksudkan dengan dunia adalah sisi lain diri kita: egoisme yang menghalangi tumbuhnya kasih. Tanpa tindakan kasih, orang tak melihat ciri Kristiani pada kita.

Kasih sejati memang datang dari Allah sendiri. Sebab hanya Tuhan lah sumber kasih sejati. Namun kita dipanggil untuk menerima kasih itu. Yesus hidup dalam hidup kita ketika dalam diri kita ada kasih, yaitu kasih yang radikal. Ciri radikal kasih Kristiani ialah mengasihi musuh.

Kristus mau hidup dalam hidup kita. Maka biarkan Ia tetap berdiam dalam diri kita. Jangan kita mengusir Dia dengan egoisme, amarah dan kebencian. Apakah kita mau membiarkan Kristus hidup dalam hidup kita? Komitmen utama seorang murid Kristus ialah membiarkan Kristus tetap berdiam dalam hatinya.

 

 

Tags: Allah adalah kasihCinta kasih
Share91SendTweet
Artikel Sebelumnya

Masker

Artikel Berikut

Ajaran Yesus Membebaskan

TerkaitTulisan

foto dari pixabay

Pemeriksaan Batin Gereja Katolik Indonesia

Surat Cinta Ramadhan dari OFM

Surat Cinta Ramadhan dari OFM

Sejarah dan Makna Rabu Abu

Fransiskus Assisi Influencer Tuhan Dengan Algoritma Kasih

Berdamai dengan Ibu Bumi

Pantang Apa di Era Teknologi AI ?

Fransiskus Assisi setelah Delapan Abad: Masih Relevan?

Doa Salib St. Bonaventura

Komentar 2

  1. Irene says:
    6 tahun yang lalu

    Terima kasih Pater… artikel yg bagus untuk terus saya jadikan renungan …terutama pada hari ini tgl 3 Juli 2020….

    Balas
  2. Soviani says:
    6 tahun yang lalu

    “Aku tidak meninggalkan kamu sebagai yatim piatu” kurang apalagi !
    Ketika berhadapan dengan situasi yang tidak menguntungkan seringkali aku lupa bahwa Yesus berdiam dalam diri dan selalu menemaniku.

    Terima kasih Pater. Penyadaran sekaligus penyegaran

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

  • Komjen. Pol. Marthinus Hukom Raih Gelar Doktor di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara
  • Pemeriksaan Batin Gereja Katolik Indonesia
  • Beragam Tingkatan Dokumen Kepausan
  • Lima Poin Utama Magnifica Humanitas
  • Magnifica Humanitas Ensiklik Pertama Paus Leo XIV

Komentar Terbaru

  • Theresia Ina Duran pada Mengapa Juni Disebut Bulan Hati Kudus Yesus?
  • Agustinus Pati Arkian Atakowa pada Beragam Tingkatan Dokumen Kepausan
  • Yoseph Paulus Laiyan pada Mukjizat Berkat Paus Benediktus XVI Diselidiki Vatikan
  • Soviani pada Mukjizat Berkat Paus Benediktus XVI Diselidiki Vatikan
  • Agustinus Pati Arkian Atakowa pada Mukjizat Berkat Paus Benediktus XVI Diselidiki Vatikan

Tag

AllahBonaventuraBunda MariaCorona VirusDilexit NosdisabilitasEkaristiEnsiklik Tutti FratelliFransiskanFransiskus AssisiFratelli TuttiGerejaGereja Katolikharapanhikmat roh kudusimankarunia Roh KuduskasihLaudato Silogika kasihlogika salibmanusia sebagai citra AllahnatalPaus Benediktus XVIPaus FransiskusPaus Leo ke-XIVPaus Leo XIVPrapaskahRoh KudussabdaSalibSanta Mariasanto agustinusSanto Agustinus HippoSanto BonaventuraSanto Fransiskus AssisiSanto YusufTeilhard de ChardinTeologiTrinitasvirus koronawaktuwaktu dan kekekalanYesus kristusYohanes Pembaptis
@Christusmedium.com
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
  • Humaniora
  • Teologi
  • Dialog Teologi dan Sains
  • Filsafat
  • Buku
  • Tentang Saya

© 2018 - Andreatawolo.id