Lima doa di Fatima yang harus diketahui setiap umat Katolik. Doa pertama mungkin sudah diketahui banyak umat Katolik, namun 4 doa lainnya belum begitu familiar.
Doa Fatima. “Ya Yesusku, ampunilah dosa kami, selamatkan kami dari api neraka, antarlah seluruh jiwa ke dalam Surga, terutama jiwa-jiwa yang paling membutuhkan kerahiman-Mu. Amin.”
Maria memberitau anak-anak bahwa umat hendaknya menambahkan doa ini pada akhir setiap peristiwa rosario.
Doa Pengampunan. “Ya Tuhan, aku percaya, aku memuji, aku berharap dan aku mencintai-Mu! Aku mohon ampun bagi semua orang yang tak beriman, tak beribadah, tak berharap dan mencintai-Mu.”
Doa ini diberikan kepada anak-anak oleh malaikat yang mengunjungi mereka pada tahun 1916, tahun sebelum Maria menampakkan diri.
Doa Malaikat. “Ya Tritunggal Mahakudus, Bapa, Putra dan Roh Kudus, aku sungguh menyembah-Mu. Aku mempersembahkan kepada-Mu Tubuh, Darah, Jiwa dan Keilahian Yesus Kristus yang sangat berharga, yang hadir dalam semua tabernakel di dunia, sebagai silih atas pelanggaran, penistaan dan ketidakpedulian yang merendahkan Dia. Atas jasa tak terhingga dari Hati Kudus Yesus dan Hati Maria Yang Tak Bernoda, saya memohonkan pertobatan bagi para pendosa yang malang.”
Ini adalah doa lain yang diberikan kepada mereka oleh malaikat. Tampak hosti Ekaristi dan piala tergantung di udara, dan malaikat membawa mereka untuk berlutut di depannya dan mendoakan doa ini.
Doa Ekaristi. “Tritunggal Mahakudus, aku menyembah-Mu!” Ya Tuhan, Tuhanku, aku mencintai-Mu dalam Sakramen Mahakudus.”
Ketika Maria menampakkan diri kepada anak-anaknya untuk pertama kalinya pada tanggal 13 Mei 1917, dia mengatakan kepada mereka: “Kalian akan mengalami banyak penderitaan, namun kasih karunia Allah akan menjadi penghiburan kalian.”
Menurut Lusia, salah satu anak, cahaya terang menyinari mereka, dan tanpa pikir panjang, mereka semua mulai melafalkan doa ini.
Doa Pengorbanan. “Ya Yesus, demi kasih kepada-Mu, sebagai silih atas pelanggaran yang dilakukan terhadap Hati Maria Yang Tak Bernoda, dan demi pertobatan para pendosa yang malang [saya melakukan ini]”.
Maria memberikan doa ini kepada anak-anak, bersamaan dengan Doa Fatima, pada tanggal 13 Juni 1917. Doa ini dimaksudkan untuk didaraskan ketika Anda mempersembahkan penderitaan Anda kepada Tuhan.