Christus Medium
  • Humaniora
  • Teologi
  • Dialog Teologi dan Sains
  • Filsafat
  • Buku
  • Tentang Saya
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
Christus Medium
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
Home Humaniora

Waktu & Kekekalan [10]

12 Mei 2018
inHumaniora
0
Share on FacebookShare on Whats AppShare on Twitter

Kita adalah ciptaan. Ciptaan itu tidak kekal, tidak niscaya ada. Ia pernah tidak ada. Namun ia juga makhluk yang mengagumkan: “Apakah gerangan manusia, sehingga dia Kauanggap agung, dan Kauperhatikan, dan Kaudatangi setiap pagi, dan Kauuji setiap saat?” (Ayb 7: 18).

Santo Agustinus mengagumi manusia sebagai citra Allah, homo capax Dei. Sebab itu adanya manusia di dunia bukan sebuah kebetulan. Ia dilahirkan, bukan dilemparkan begitu saja ke dunia. Kita manusia adalah kesadaran tentang hakikat makhluk tercipta. Kerena itu pertanyaan tentang asal-usul dan tujuan hidup melekat di dalam diri kita: ‘Dari mana saya berasal’? ‘Apa makna hidup saya? ‘Apa tujuan akhir hidup ini?’.

 

Karena keberadaannya memang dikehendaki, manusia tidak sekedar berjalan di dunia. Ia berziarah. Ia makhluk peziarah, homo viator. Ia mencari kepastian. Kadang-kadang ia perlu menjadi diri sendiri – bukan untuk menjadi terasing tetapi untuk lebih mengenal dunia sekitar. Sebab menurut hakikatnya, manusia dijadikan sebagai makhluk tegak, bukan hanya tegak tubuhnya, tetapi juga pandangannya, agar ia dapat memandang dunia sekitar, tidak hanya menunduk memandang ke dalam dirinya – layaknya interaksi sempit I – Pohne.

 

Di dunia manusia adalah mikro-kosmos, bola mata dari makro-kosmos. Ia bagaikan mata sang Pencipta. Ia utuh, seutuh adanya dia menurut ukuran sang Yang Khalik. Ia menjadi pribadi oleh karena seluruh dirinya. Ia utuh, maka ia indah.Renè Descartes pernah begitu mengagungkan intelektualitas manusia: ‘Aku berpikir maka aku ada’, demikian ia melukiskan kebanggannya pada manusia. Lain halnya dengan St. Paulus. Ia menempatkan hakikat manusia sebagai ciptaan yang dikehendaki Allah. Bagi Paulus, manusia telah dipikirkan maka ia ada: “Dalam Kristus Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan” (Ef. 1: 4).

 

Kiranya orang seperti Nabi Isa Almasih itu adalah contoh pribadi yang utuh. Ia utuh bagi Tuhan, tidak bagi dunia. Hidup-Nya adalah ziarah untuk kembali seutuhnya kepada Sang Pencipta. Orang yang melihat Dia dapat mengerti bahwa keutuhan dirinya pun dijamin oleh sang Pencipta. Sebelum pergi dari dunia Ia meninggalkan pesan: “…kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita” (Yoh 16: 20). Selamat hari raya Kenaikan Isa Almasih.

 

BacaJuga

Komjen. Pol. Marthinus Hukom Raih Gelar Doktor di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara

Ketika Paus Ditahan Polantas

Paus Fransiskus: Ketika Tuhan Menampar

Guru Katolik Zaman Now

Ketika Paus ditanya: Seandainya bisa Membuat Mukjizat, apa yang dilakukan?

Kiat Sukses di Tahun Baru

Tags: waktuwaktu dan kekekalan
Share30SendTweet
Artikel Sebelumnya

Kristologi Bonaventura

Artikel Berikut

Aku Pengembara di Medsos?

TerkaitTulisan

Komjen. Pol. Marthinus Hukom Raih Gelar Doktor di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara

Komjen. Pol. Marthinus Hukom Raih Gelar Doktor di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara

Ketika Paus Ditahan Polantas

Ketika Paus Ditahan Polantas

Paus Fransiskus: Ketika Tuhan Menampar

Guru Katolik Zaman Now

Ketika Paus ditanya: Seandainya bisa Membuat Mukjizat, apa yang dilakukan?

Kiat Sukses di Tahun Baru

Bahagia Seperti St. Yusuf? Ada Lima Kata Kunci

Takjub Pada Yesus Belum Tentu Beriman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

  • Komjen. Pol. Marthinus Hukom Raih Gelar Doktor di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara
  • Pemeriksaan Batin Gereja Katolik Indonesia
  • Beragam Tingkatan Dokumen Kepausan
  • Lima Poin Utama Magnifica Humanitas
  • Magnifica Humanitas Ensiklik Pertama Paus Leo XIV

Komentar Terbaru

  • Theresia Ina Duran pada Mengapa Juni Disebut Bulan Hati Kudus Yesus?
  • Agustinus Pati Arkian Atakowa pada Beragam Tingkatan Dokumen Kepausan
  • Yoseph Paulus Laiyan pada Mukjizat Berkat Paus Benediktus XVI Diselidiki Vatikan
  • Soviani pada Mukjizat Berkat Paus Benediktus XVI Diselidiki Vatikan
  • Agustinus Pati Arkian Atakowa pada Mukjizat Berkat Paus Benediktus XVI Diselidiki Vatikan

Tag

AllahBonaventuraBunda MariaCorona VirusDilexit NosdisabilitasEkaristiEnsiklik Tutti FratelliFransiskanFransiskus AssisiFratelli TuttiGerejaGereja Katolikharapanhikmat roh kudusimankarunia Roh KuduskasihLaudato Silogika kasihlogika salibmanusia sebagai citra AllahnatalPaus Benediktus XVIPaus FransiskusPaus Leo ke-XIVPaus Leo XIVPrapaskahRoh KudussabdaSalibSanta Mariasanto agustinusSanto Agustinus HippoSanto BonaventuraSanto Fransiskus AssisiSanto YusufTeilhard de ChardinTeologiTrinitasvirus koronawaktuwaktu dan kekekalanYesus kristusYohanes Pembaptis
@Christusmedium.com
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil Pencarian
  • Humaniora
  • Teologi
  • Dialog Teologi dan Sains
  • Filsafat
  • Buku
  • Tentang Saya

© 2018 - Andreatawolo.id