Semua umat Kristiani dipanggil untuk menjadi kudus. Bagaimana Gereja Katolik secara resmi mengakui seorang kudus?
Setiap tanggal 1 November, Gereja Katolik merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus, untuk menghormati semua orang yang telah mencapai kemuliaan Surga. Ini mencakup baik para kudus yang secara resmi dikanonisasi oleh Gereja, maupun para kudus yang tak terhitung jumlahnya, para pria dan wanita suci yang namanya hanya diketahui oleh Allah sendiri. Proses kanonisasi formal Gereja umumnya mengikuti empat langkah:
Hamba Allah (Servant of God). Proses dimulai ketika seorang uskup membuka penyelidikan terhadap kehidupan, tulisan-tulisan, dan reputasi kekudusan seorang kandidat. Orang tersebut kemudian disebut sebagai Hamba Allah.
Venerabilis (Venerable). Setelah pemeriksaan menyeluruh, Gereja mengakui bahwa kandidat tersebut telah menghidupi keutamaan heroik atau telah mempersembahkan hidupnya demi iman. Paus kemudian mengesahkan gelar Venerabilis.
Beata/Beato (Beatifikasi). Biasanya, sebuah mukjizat yang terjadi melalui perantaraan kandidat diperlukan untuk beatifikasi. Para martir dapat dibeatifikasi tanpa mukjizat. Gelar Beata/Beato memungkinkan penghormatan publik di tempat-tempat atau komunitas tertentu.
Santo/Santa (Kanonisasi). Mukjizat kedua yang terjadi setelah beatifikasi diperlukan. Setelah penyelidikan Gereja dan persetujuan Paus, orang tersebut dikanonisasi dan dapat dihormati sebagai santo/santa di seluruh Gereja universal.
Perlu ditegaskan bahwa kanonisasi tidak menjadikan seseorang kudus. Kanonisasi merupakan pengakuan resmi Gereja atas kekudusan mereka dan tempat mereka di antara para kudus di Surga.
Lalu bagaimana dengan mereka yang tidak pernah menjalani proses ini? Hari Raya Semua Orang Kudus mengingatkan kita bahwa Surga dipenuhi oleh jiwa-jiwa kudus yang namanya mungkin tidak pernah tercantum dalam penanggalan liturgi.
Para kudus bukan sekadar tokoh-tokoh luar biasa dari masa lalu yang jauh. Mereka adalah saudara dan saudari kita dalam Kristus yang menunjukkan kepada kita bahwa kekudusan itu mungkin dicapai di setiap zaman, dalam setiap panggilan, dan dalam keadaan sehari-hari yang biasa.
Tujuan utama hidup Kristiani adalah menjadi kudus. Kita semua dipanggil untuk menjadi kudus, dan para kudus di Surga menjadi pendoa bagi kita yang sedang berziarah di dunia menuju kehidupan kekal. Para kudus Allah, doakanlah kami!


